Haji

Jemaah Haji RI Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Ingatkan Larangan Ihram dan Risiko Cuaca Panas

×

Jemaah Haji RI Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Ingatkan Larangan Ihram dan Risiko Cuaca Panas

Sebarkan artikel ini
Jemaah Haji RI Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Ingatkan Larangan Ihram dan Risiko Cuaca Panas

Makkah, Jurnalekbis.com – Puncak ibadah haji 1447 Hijriah mulai berlangsung. Jemaah haji Indonesia secara bertahap diberangkatkan dari hotel di Makkah menuju Arafah untuk menjalani rangkaian wukuf yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Asseggaf, mengatakan proses pergerakan jemaah memasuki hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji berjalan bertahap dan terjadwal guna menghindari kepadatan di jalur Armuzna.

“Alhamdulillah, jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji,” kata Maria dalam keterangan resmi, Senin.

Pergerakan jemaah dibagi dalam tiga gelombang. Tahap pertama dimulai pukul 07.00 waktu Arab Saudi, dilanjutkan tahap kedua pukul 11.30 WAS, dan tahap ketiga pukul 16.30 WAS.

Baca Juga :  2 Calon Haji Embarkasi Lombok Gagal Berangkat, Satu Positif TBC

Pemerintah meminta seluruh jemaah mematuhi jadwal keberangkatan yang telah ditentukan dan tidak bergerak sendiri tanpa pendampingan petugas kloter. Langkah itu dilakukan untuk memastikan mobilitas jutaan jemaah berlangsung aman dan tertib selama fase puncak haji.

Selain mengatur mobilisasi, otoritas haji juga mengingatkan jemaah terkait aturan selama berihram. Bagi laki-laki, larangan meliputi penggunaan pakaian berjahit yang membentuk tubuh, penutup kepala seperti peci atau sorban yang melekat, hingga alas kaki yang menutup mata kaki dan tumit.

Sementara itu, jemaah perempuan dilarang mengenakan cadar dan sarung tangan selama dalam kondisi ihram. Seluruh jemaah juga diminta menghindari tindakan yang melanggar ketentuan ihram seperti memotong kuku, mencabut rambut, memakai parfum setelah niat ihram, hingga melakukan aktivitas yang dapat mengurangi kekhusyukan ibadah.

Baca Juga :  CJH Bima Kloter 4 Masuk Asrama Haji, Tertua Usia 95 Tahun

“Kami mengimbau jemaah untuk menjaga lisan dan perilaku, menghindari pertengkaran maupun ucapan yang tidak baik selama menjalankan ibadah,” ujar Maria.

Cuaca ekstrem di Arab Saudi juga menjadi perhatian serius. Pemerintah mengingatkan jemaah menjaga kondisi fisik karena fase Armuzna membutuhkan stamina tinggi dengan mobilitas panjang di tengah suhu panas.

Jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, cukup istirahat, memakai masker, membawa payung, dan menggunakan alas kaki yang nyaman saat berada di luar ruangan. Bagi jemaah dengan riwayat penyakit tertentu, obat pribadi diminta selalu dibawa dan mudah dijangkau.

“Apabila merasa lemas, pusing, sesak napas, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya, segera lapor kepada petugas kesehatan dan jangan memaksakan diri,” katanya.

Baca Juga :  Jemaah Haji Diingatkan Hemat Tenaga, 146 Ribu Lebih Sudah Tiba di Arab Saudi

Untuk mendukung layanan selama puncak haji, PPIH Arab Saudi menyiapkan layanan safari wukuf bagi jemaah lansia dan jemaah dengan kondisi kesehatan khusus. Tahun ini, program tersebut diikuti 267 jemaah dan ditangani 150 petugas.

Selain itu, pemerintah juga menyiagakan Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Arafah dan Mina. Sebanyak 657 petugas satgas dikerahkan untuk mengawal layanan transportasi, konsumsi, kesehatan, akomodasi, hingga perlindungan jemaah selama fase Armuzna berlangsung.

Pemerintah berharap seluruh proses pergerakan jemaah menuju Arafah berjalan lancar dan seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan aman serta khusyuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *