Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang warga yang terjatuh ke dalam sumur sedalam 18 meter di Desa Pajangan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Senin pagi. Korban bernama Petimah (68) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses penyelamatan yang melibatkan personel Kantor SAR Mataram, Damkar Lombok Tengah, aparat setempat, dan warga.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor SAR Mataram sekitar pukul 08.15 WITA dari Samiun, anggota Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lombok Tengah. Laporan menyebutkan seorang lansia terjatuh ke dalam sumur sehingga membutuhkan penanganan khusus karena kedalaman dan kondisi lokasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Mataram segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Meski estimasi waktu tempuh sekitar satu jam, tim berhasil tiba sekitar 45 menit lebih cepat sehingga proses penyelamatan dapat segera dilakukan.
Setibanya di lokasi, tim lebih dahulu melakukan survei untuk memastikan kondisi sumur, menentukan titik pengamanan, serta menyiapkan seluruh peralatan vertical rescue. Setelah seluruh prosedur keselamatan dipastikan, seorang rescuer diturunkan ke dasar sumur menggunakan teknik lowering.
Koordinator Lapangan Tim Rescue Kantor SAR Mataram, I Kadek Agus Ariawan, mengatakan kedalaman sumur mencapai sekitar 18 meter sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan perhitungan yang matang.
“Kami menerima informasi sekitar pukul 08.15 WITA. Tim langsung bergerak ke lokasi dan setelah melakukan survei, kami menyiapkan peralatan serta menurunkan rescuer menggunakan teknik lowering untuk menjangkau korban,” ujarnya.
Setelah korban berhasil dijangkau di dasar sumur, proses penyelamatan dilanjutkan menggunakan sistem lifting, yaitu menarik rescuer bersama korban ke permukaan dengan bantuan tali sebagai jalur utama evakuasi.
Menurut Kadek, proses pengangkatan berlangsung relatif cepat. Tim hanya membutuhkan waktu sekitar tujuh menit sejak rescuer mulai diturunkan hingga korban berhasil dibawa ke atas.
“Evakuasi berlangsung sekitar tujuh menit. Kami harus bergerak cepat karena penggunaan SCBA memiliki kapasitas udara sekitar 20 menit sehingga waktu di dalam sumur harus benar-benar diperhitungkan,” jelasnya.
Meski proses penyelamatan berjalan lancar, korban dinyatakan telah meninggal dunia saat berhasil dievakuasi dari dasar sumur.
Korban berhasil diangkat ke permukaan pada pukul 10.27 WITA. Lima menit kemudian, tepat pukul 10.32 WITA, jenazah langsung dibawa menuju rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Hingga proses evakuasi selesai, penyebab pasti korban terjatuh ke dalam sumur masih belum diketahui. Berdasarkan informasi awal yang diterima tim SAR, peristiwa tersebut diduga terjadi pada pagi hari dan baru diketahui warga sekitar pukul 08.00 WITA sebelum dilaporkan kepada Damkar.
“Untuk kronologi pasti bagaimana korban bisa jatuh masih belum kami ketahui. Informasi yang kami terima, kejadian berlangsung pagi hari dan baru diketahui sekitar pukul delapan sebelum diteruskan kepada Damkar dan kemudian dilaporkan ke kami,” kata Kadek.
Dalam operasi penyelamatan tersebut, Kantor SAR Mataram mengerahkan delapan personel rescue. Mereka bekerja sama dengan enam personel Damkar Lombok Tengah, aparat desa, aparat keamanan, serta masyarakat sekitar lokasi kejadian.
Kadek mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi tim justru terjadi saat perjalanan menuju lokasi akibat kondisi di jalur yang dilalui. Sementara selama proses evakuasi berlangsung, situasi di lokasi cukup kondusif karena masyarakat mengikuti arahan petugas mengenai batas aman di sekitar area operasi.
Operasi penyelamatan akhirnya dinyatakan selesai setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap sumur terbuka maupun area berisiko, terutama bagi warga lanjut usia, guna mencegah kejadian serupa terulang.














