Jurnalekbis.com – Brimob Polda NTB menyiapkan empat personel bantuan kendali operasi (BKO) dari Mabes Polri dan dua perangkat anti-drone untuk mengantisipasi drone liar selama Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026.
Tim khusus tersebut akan memantau aktivitas drone di sekitar arena balap selama Operasi Mandalika. Polisi menyiapkan teknologi jamming untuk mengganggu koneksi drone yang terbang tanpa izin dan mengamankan perangkat tersebut jika masuk kawasan terlarang.
Komandan Satuan Brimob Polda NTB Kombes Pol Nadi Chaidir mengatakan, dukungan personel dan perangkat anti-drone datang langsung dari pusat untuk memperkuat pengamanan event internasional tersebut.
“Untuk pelaksanaan kegiatan Operasi Mandalika tahun ini, kita terbantukan personel anti-drone yang datang dari pusat, yaitu BKO ke Polda NTB. Jumlahnya ada empat personel, dan ada dua alat drone yang akan disiapkan,” kata Nadi, Kamis (8/10).
Menurut Nadi, perangkat anti-drone memiliki kemampuan melakukan jamming terhadap drone yang terdeteksi. Teknologi itu dapat mengganggu komunikasi antara drone dan operator sehingga penerbangan perangkat tersebut tidak lagi berjalan normal.
“Apabila ada masyarakat yang menggunakan drone, anti-drone-nya mampu memberikan jamming terhadap drone masyarakat yang bermain. Jadi drone itu nanti bisa ditarik ke operator kita, sehingga drone itu bisa kita amankan dan tidak bisa digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Polisi akan mengambil tindakan jika menemukan drone yang terbang tanpa izin di kawasan pengamanan. Petugas dapat mengamankan atau menyita perangkat tersebut untuk mencegah gangguan terhadap balapan dan keselamatan pembalap.
“Nanti kita sita, karena ini event internasional. Jangan sampai ini terganggu kegiatan pelaksanaan MotoGP ini,” tegas Nadi.
Pengamanan tidak hanya menyasar ruang udara. Kepolisian juga menempatkan personel di berbagai titik strategis di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika.
Nadi menyebut sekitar 250 titik menjadi lokasi penempatan personel dalam Operasi Mandalika. Sementara tim anti-drone mendapat posisi khusus di area arena balap untuk memantau potensi gangguan dari udara.
“Tadi disampaikan Kapolda, ada 250 titik yang ditempatkan personel keamanan. Untuk tim drone ditempatkan di arena balap MotoGP,” katanya.
Keberadaan drone liar menjadi perhatian karena perangkat tersebut dapat memasuki ruang udara di sekitar lintasan. Jika muncul pada waktu dan lokasi yang tidak tepat, drone berpotensi mengganggu aktivitas balapan serta aspek keselamatan yang menjadi prioritas dalam ajang MotoGP.
Dengan empat personel BKO dan dua perangkat anti-drone, Brimob Polda NTB memperkuat pengawasan udara selama rangkaian MotoGP Mandalika 2026.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menerbangkan drone sembarangan di sekitar kawasan sirkuit. Pengunjung yang membawa perangkat tersebut perlu memperhatikan aturan dan zona pengamanan yang berlaku.
Pengamanan berlapis ini berjalan bersamaan dengan penjagaan darat di ratusan titik. Kepolisian memastikan seluruh langkah tersebut bertujuan menjaga rangkaian MotoGP Mandalika tetap aman, tertib, dan tidak terganggu oleh aktivitas yang dapat membahayakan pembalap maupun penonton.












