JURNALEKBIS.com — LOMBOK BARAT, Anggota Komisi IX DPR RI, H. Muazzim Akbar, mendorong lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di pasar kerja global. Salah satu upaya yang disosialisasikan adalah program SMK Go Global yang diarahkan untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil, baik di dalam maupun luar negeri.
Pesan tersebut disampaikan Muazzim dalam kegiatan Edukasi Pelindungan dan Migran Aman dalam rangka mendukung SMK Go Global di SMKN 1 Lembar, Lombok Barat, Senin (19/10/2026), yang digelar bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Muazzim menjelaskan, program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Menurut dia, pemerintah menargetkan persiapan 500 ribu calon tenaga kerja, terdiri atas 300 ribu lulusan SMK dan 200 ribu dari kalangan umum. Target tersebut, sebagaimana disampaikan Muazzim dalam sambutannya, berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
“Tujuan pemerintah untuk mempersiapkan anak-anak kita yang ada di SMK agar siap bersaing di dunia global,” ujar Muazzim.
Ia menilai, peningkatan kompetensi harus dimulai sejak bangku sekolah. Selain keterampilan teknis sesuai bidang keahlian, siswa perlu dibekali kemampuan bahasa asing, penguasaan teknologi, serta pemahaman terhadap kebutuhan industri.
Muazzim juga mendorong agar pengembangan jurusan di SMK dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Menurut dia, peluang tersebut perlu dibicarakan bersama pemerintah dan pemangku kepentingan agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Dalam kegiatan itu, Muazzim turut menyinggung peluang kerja di Jepang. Ia mencontohkan pengembangan program persiapan kerja yang disebutnya sebagai Kampung Jepang di SMK Negeri 3 Mataram untuk mendukung kesiapan lulusan yang ingin bekerja di negara tersebut.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Lembar, Ahmad Quroni, menyampaikan bahwa berdasarkan tracer study yang dirujuk dari Kementerian Pendidikan melalui Direktorat SMK, sebanyak 88 persen lulusan sekolah tersebut langsung terserap ke dunia kerja.
Menurut Quroni, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya sekolah dalam membangun karakter dan kompetensi siswa. Ia menyebut pihak industri selama ini tidak menyampaikan keluhan terhadap kualitas peserta didik SMKN 1 Lembar.
Qurani berharap edukasi tersebut dapat membuka wawasan siswa mengenai peluang kerja profesional di luar negeri sekaligus mendorong mereka mempersiapkan diri sejak dini.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Kadir, mengingatkan para siswa agar memahami prosedur resmi penempatan pekerja migran. Ia menekankan pentingnya memastikan legalitas lowongan dan perusahaan penempatan sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri.
Kadir juga mengingatkan siswa untuk mewaspadai tawaran pekerjaan di media sosial yang menjanjikan keberangkatan dalam waktu singkat hanya bermodalkan paspor. Calon pekerja migran diminta memeriksa informasi melalui Dinas Tenaga Kerja setempat atau kantor BP3MI NTB.
Selain keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing, termasuk bahasa Inggris dan Jepang, dinilai menjadi bekal penting untuk memperluas kesempatan kerja di luar negeri.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya memahami peluang bekerja di tingkat internasional, tetapi juga mengetahui prosedur keberangkatan yang aman dan jalur penempatan yang resmi.
Program SMK Go Global diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kesiapan lulusan SMK menghadapi persaingan kerja, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan bagi calon pekerja migran Indonesia.












