JURNALEKBIS.com, LOMBOK BARAT – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik MAN Lombok Barat. Baiq Amira Hafsa Nursalam, siswi kelas XI, berhasil meraih Juara II cabang Sasambo Storytelling dalam ajang Literasi Festival 2026 yang diselenggarakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Rabu (4/11/2026).
Keberhasilan tersebut diraih setelah Amira bersaing dengan pelajar SMA/MA/SMK sederajat se-Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui kemampuan bertutur menggunakan bahasa daerah, ia berhasil menunjukkan potensi sekaligus kecintaannya terhadap literasi dan pelestarian budaya lokal.
Literasi Festival 2026 mengusung tema “Literasi, Kreativitas, dan Budaya: Berkarya untuk Generasi yang Berdaya”. Kegiatan ini menghadirkan tiga cabang kompetisi, yakni Sasambo Storytelling, Master of Ceremony (MC), dan Writing, sebagai wadah pengembangan kreativitas, kemampuan komunikasi, serta potensi generasi muda.
Dalam cabang Sasambo Storytelling, peserta ditantang menyampaikan cerita rakyat, legenda, maupun kisah inspiratif menggunakan salah satu bahasa Sasambo, yakni bahasa Sasak, Samawa, atau Mbojo. Penilaian tidak hanya berfokus pada penguasaan cerita, tetapi juga vokal, artikulasi, ekspresi, penghayatan, dan kepercayaan diri saat tampil di hadapan juri.
Keberhasilan Amira tidak terlepas dari persiapan dan latihan intensif bersama guru pendamping, Siti Zakiah, S.Pd. Berbagai aspek penampilan dimatangkan, mulai dari penguasaan materi hingga teknik bertutur, sehingga mampu memberikan penampilan terbaik dalam kompetisi tersebut.
Siti Zakiah mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang berhasil dipersembahkan Amira untuk MAN Lombok Barat. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kesungguhan dalam menjalani proses latihan sebelum mengikuti perlombaan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa mempersembahkan juara untuk madrasah. Tentu capaian ini tidak terlepas dari latihan dan persiapan yang kami lakukan secara intensif. Kami berusaha memaksimalkan seluruh kemampuan yang dimiliki agar bisa memberikan penampilan terbaik dalam kompetisi ini,” ungkapnya.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi Amira dan peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, khususnya dalam bidang literasi dan seni bertutur. Menurutnya, kompetisi juga menjadi ruang pembelajaran untuk membangun mental, keberanian, dan pengalaman siswa.
Apresiasi atas capaian tersebut disampaikan Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd. Ia mengaku bangga atas keberhasilan Amira yang dinilai menjadi bukti bahwa pembinaan dan pengembangan bakat peserta didik mampu melahirkan prestasi membanggakan.
“Kami merasa sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih oleh Baiq Amira Hafsa Nursalam. Selamat atas keberhasilannya meraih Juara II Sasambo Storytelling. Ini merupakan capaian yang membanggakan sekaligus menjadi kado istimewa bagi MAN Lombok Barat di bulan November ini,” ujar H. Kemas Burhan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada guru pendamping, Siti Zakiah, atas dedikasi dan pembinaan yang telah diberikan hingga Amira mampu meraih prestasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan peserta didik merupakan hasil kerja sama antara kesungguhan siswa, pendampingan guru, dan dukungan lingkungan madrasah.
H. Kemas menegaskan, madrasah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga berkomitmen memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat, kreativitas, dan karakter. Ia berharap keberhasilan Amira dapat menginspirasi siswa lainnya agar berani berkompetisi dan mengukir prestasi.
Lebih dari sekadar penghargaan, prestasi dalam Sasambo Storytelling juga membawa pesan penting tentang pelestarian bahasa dan budaya daerah. Bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo merupakan bagian dari identitas masyarakat NTB yang menyimpan nilai sejarah, kearifan lokal, serta pesan kehidupan yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui seni bertutur, kekayaan bahasa dan budaya tersebut dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih kreatif dan menarik bagi generasi muda. Kompetisi ini sekaligus menunjukkan bahwa bahasa daerah bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan potensi budaya yang dapat dikembangkan melalui kreativitas dan kemampuan komunikasi.
Raihan Juara II tersebut semakin menambah catatan prestasi MAN Lombok Barat dalam berbagai bidang, mulai dari akademik, olahraga, seni, kepramukaan, hingga keagamaan. Capaian ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Bagi Amira, prestasi dalam Literasi Festival 2026 menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Sementara bagi keluarga besar MAN Lombok Barat, keberhasilan tersebut menjadi penyemangat untuk memperkuat budaya berprestasi dan mendorong lebih banyak peserta didik tampil membawa nama baik madrasah.
Prestasi ini diharapkan menjadi awal dari capaian-capaian berikutnya. Dari panggung Sasambo Storytelling UIN Mataram, Amira telah membuktikan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga keberanian bertutur, menyampaikan pesan, serta menjaga warisan budaya. Madrasah mandiri dan berprestasi, terus berkarya, menginspirasi, serta melahirkan generasi unggul yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya.












