Lombok Timur, Jurnalekbis.com– Sosok polisi inspiratif asal Lombok Timur, Bripka Agus Salim, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat. Setelah dikenal karena dedikasinya membantu penyandang disabilitas dan anak yatim, kini ia berencana mendirikan yayasan kemanusiaan yang fokus menampung Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lansia terlantar, dan bayi temuan di Kabupaten Lombok Timur.
Agus Salim menilai, selama ini wilayah Lombok Timur belum memiliki wadah khusus yang menampung kelompok rentan tersebut. Akibatnya, setiap kali ditemukan ODGJ atau bayi terlantar, relawan harus membawa mereka ke Mataram yang jaraknya cukup jauh dan membutuhkan biaya besar.
“Selama ini kalau kami menemukan ODGJ atau bayi temuan, bahkan lansia yang tidak terurus, kami harus antar ke Mataram. Saya berpikir, kenapa Lombok Timur tidak bisa punya wadah sendiri untuk mengatasi hal-hal seperti itu,” ujar Bripka Agus Salim saat ditemui, Minggu (9/11/2025).
Anggota Polri yang juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial ini mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat rentan yang kerap tidak mendapat perhatian layak. Menurutnya, kehadiran yayasan kemanusiaan lokal akan sangat membantu proses penanganan dan perawatan mereka tanpa harus jauh-jauh ke ibu kota provinsi.
“Harapan kami, pemerintah daerah bisa memberikan dukungan, terutama menyediakan tempat atau gedung yang bisa dijadikan penampungan. Karena ini bukan hanya soal kemanusiaan, tapi juga soal keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Bripka Agus menambahkan, keberadaan ODGJ di lingkungan masyarakat sering kali menimbulkan keresahan. Bukan karena mereka berbahaya, tetapi karena kurangnya penanganan medis dan sosial yang tepat. Dengan adanya pusat penampungan di Lombok Timur, ia berharap masyarakat bisa lebih tenang dan para ODGJ bisa mendapat perawatan manusiawi.
Selain ODGJ, rencana yayasan ini juga akan mencakup layanan sosial bagi bayi temuan dan warga lanjut usia yang tidak memiliki keluarga. Agus menegaskan, semua itu merupakan bagian dari pengabdiannya sebagai manusia, bukan hanya sebagai anggota kepolisian.
“Ini bentuk kepedulian kami sebagai relawan kemanusiaan. Saya yakin, kalau pemerintah dan masyarakat mau bersinergi, Lombok Timur bisa jadi daerah yang lebih manusiawi dan berkeadilan sosial,” tuturnya.
Diketahui, Bripka Agus Salim sebelumnya telah menerima penghargaan dari Komisi Disabilitas NTB atas pengabdiannya terhadap kaum difabel, anak berkebutuhan khusus, dan yatim piatu. Dedikasi sosialnya di luar tugas kepolisian membuatnya menjadi panutan di kalangan masyarakat maupun institusinya.
Rencana pendirian yayasan kemanusiaan ini pun mendapat dukungan dari berbagai komunitas sosial dan tokoh masyarakat setempat. Mereka menilai langkah Agus Salim sangat dibutuhkan di tengah keterbatasan fasilitas sosial di Lombok Timur.
“Kalau ini terwujud, masyarakat tidak perlu lagi bingung ketika menemukan ODGJ atau bayi telantar. Ini langkah konkret yang luar biasa,” kata salah satu tokoh masyarakat Desa Selong.
Melalui inisiatif tersebut, Bripka Agus Salim berharap Lombok Timur bisa menjadi contoh kabupaten yang peduli terhadap kemanusiaan dan kesejahteraan sosial, sekaligus menginspirasi banyak pihak untuk turut bergerak dalam kebaikan.













