Mataram, Jurnalekbis.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Mataram memperkuat sistem tanggap darurat internal dengan menggelar pelatihan dan simulasi pemadaman kebakaran, Selasa (11/11/2025). Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN memastikan keselamatan kerja dan keandalan pasokan listrik di wilayah NTB.
Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor PLN UPT Mataram tersebut diikuti sekitar 30 pegawai dari berbagai bidang operasional dan administrasi. Bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Mataram, pelatihan berfokus pada pengenalan jenis-jenis kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta pengoperasian sistem hydrant dengan prosedur yang aman.
Pelatihan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga langkah strategis PLN dalam mencapai target zero accident atau nihil kecelakaan kerja di seluruh unit. Dalam sesi praktik, peserta dilatih langsung oleh tim Damkar untuk memahami klasifikasi api, teknik pemadaman efektif, hingga prosedur evakuasi darurat.
“PLN menunjukkan langkah nyata dalam membangun budaya siaga dan tanggap darurat. Simulasi ini bukan sekadar latihan formalitas, tetapi juga wujud keseriusan dalam melindungi aset dan keselamatan pegawai,” ujar Kepala Bidang Penyuluhan, Sarana, dan Prasarana Damkar Kota Mataram, Desi Utami.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini penting untuk meningkatkan kesiapan lembaga pelayanan publik menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran yang bisa berdampak pada sistem vital seperti jaringan listrik.
Manajer PLN UPT Mataram, Anung Hermawan, menegaskan bahwa pembentukan dan pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC) merupakan investasi penting bagi keandalan operasi transmisi listrik di Pulau Lombok. “Kami tidak hanya bertugas menjaga pasokan listrik, tetapi juga memastikan setiap unsur keselamatan kerja diterapkan secara menyeluruh. TRC ini adalah garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat,” katanya.
PLN UPT Mataram saat ini mengelola jaringan transmisi 150 kV sepanjang lebih dari 200 kilometer sirkit (kms) yang menghubungkan sistem kelistrikan Lombok. Dengan beban puncak mencapai 320 megawatt (MW), keandalan sistem menjadi prioritas utama, mengingat risiko gangguan seperti kebakaran atau faktor lingkungan bisa berdampak pada stabilitas pasokan listrik.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menuturkan bahwa kegiatan serupa akan diterapkan di seluruh unit PLN di NTB. “PLN menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Setiap unit wajib memiliki TRC yang terlatih dan siap siaga menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Sri Heny juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam pengelolaan risiko di sektor kelistrikan. “Kami berterima kasih atas dukungan Damkar Kota Mataram yang selalu bersinergi dengan PLN. Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun budaya sadar keselamatan di seluruh lingkungan kerja PLN,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis pegawai, tetapi juga memperkuat sinergi antara PLN dan instansi penanganan kebakaran dalam menjaga keandalan sistem energi di NTB. “Dengan kesiapsiagaan yang kuat, kami optimistis pelayanan kelistrikan di NTB akan semakin andal dan aman bagi masyarakat,” pungkas Sri Heny.














