Lombok Timur, Jurnalekbis.com — Momentum Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 diperingati meriah di halaman Kantor Desa Selabung Ketangga, Kecamatan Keruak, Lombok Timur. Mengangkat tema “Mendorong Masyarakat yang Inklusif Terhadap Penyandang Disabilitas untuk Mempercepat Kemajuan Sosial”, acara ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang gerakan sosial yang menekankan pentingnya keberpihakan kepada penyandang disabilitas di tingkat desa.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Sosial Lombok Timur mewakili Wakil Bupati, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Camat Keruak, unsur pemerintahan Desa Selabung Ketangga dan Desa Ketangga Jeraeng, serta berbagai komunitas dan organisasi disabilitas. Kehadiran para pemangku kebijakan ini mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam memperluas layanan inklusi sosial di kabupaten.
Dalam sambutannya, Plt Kepala Dinas Sosial menekankan bahwa inklusi penyandang disabilitas tidak boleh sebatas jargon. Ia menegaskan perlunya kebijakan yang menyentuh langsung sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kesempatan kerja. Pemerintah, kata dia, harus memastikan setiap warga memiliki akses layanan yang sama tanpa diskriminasi.
Di luar agenda utama, peringatan HDI 2025 semakin bermakna dengan diluncurkannya usaha produksi pupuk organik yang digagas kelompok Self Help Group (SHG) penyandang disabilitas di desa tersebut. Langkah ini dianggap sebagai tonggak penting dalam penguatan ekonomi komunitas rentan melalui usaha produktif dan ramah lingkungan.

Dukungan dunia usaha juga hadir melalui penyerahan dua unit mesin pengolahan pupuk organik dari Jelajah Sosial PT Autore. Bantuan ini ditujukan untuk memperbesar kapasitas produksi serta memperluas kemandirian ekonomi kelompok disabilitas. Kolaborasi pemerintah, komunitas, dan dunia usaha dinilai menjadi model pemberdayaan inklusif yang bisa direplikasi di desa lain di Lombok Timur.
Peringatan HDI 2025 juga dihiasi dengan berbagai penampilan seni. Komunitas disabilitas menampilkan gendang beleq, yang disambut antusias oleh peserta acara. Selain itu, pementasan cilokak tunggal oleh penyandang disabilitas menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi kreativitas, terutama dalam melestarikan seni budaya lokal.
Ketua SHG Sopoq Angen Desa Selabung Ketangga, Sahrul, menyebut acara ini sebagai langkah awal membangun desa inklusif secara nyata. Ia berharap dukungan dari pemerintah desa, pemerintah kabupaten, serta mitra dunia usaha terus berjalan, sehingga penyandang disabilitas memiliki ruang setara dalam pembangunan desa.
Menurutnya, keberhasilan gerakan inklusi tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi pada kesadaran masyarakat untuk menghapus stigma. “Ini bukan akhir, melainkan permulaan. Kami ingin seluruh warga disabilitas merasakan manfaat pembangunan tanpa dibatasi oleh kondisi fisiknya,” ujar Sahrul.
Peringatan HDI 2025 di Selabung Ketangga menjadi pengingat penting bahwa inklusi sosial harus diterjemahkan ke dalam tindakan konkret: membuka akses layanan, memberi peluang ekonomi, serta merangkul keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan ini, komunitas desa menunjukkan bahwa gerakan inklusi bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi komitmen kolektif agar tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.














