Mataram, Jurnalekbis.com – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personel menyusul kondisi cuaca yang belakangan ini tidak menentu. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keselamatan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan.
Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya kewaspadaan maksimal seluruh jajaran saat memimpin apel satuan kerja, Selasa (14/1/2026). Ia meminta personel baik yang bertugas di markas komando maupun di lapangan untuk secara aktif memantau perkembangan cuaca di wilayah tugas masing-masing.
Menurut Boyke, perubahan cuaca yang cepat berpotensi memicu berbagai risiko, mulai dari hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, hingga arus laut yang berbahaya. Kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap keselamatan nelayan, masyarakat pesisir, serta pengguna jasa transportasi laut.
“Pemantauan kondisi cuaca harus dilakukan secara berkelanjutan. Personel di lapangan harus peka terhadap perubahan situasi agar langkah antisipasi bisa segera dilakukan,” kata Boyke.
Selain pemantauan cuaca, Ditpolairud Polda NTB juga mengintensifkan patroli di wilayah perairan. Patroli ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga sebagai sarana memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut.

Personel diminta menyampaikan imbauan secara humanis kepada nelayan dan pengguna transportasi laut, termasuk pentingnya penggunaan alat keselamatan seperti pelampung serta memperhatikan prakiraan cuaca sebelum berlayar. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan laut yang kerap meningkat saat cuaca ekstrem.
Boyke juga mengingatkan jajarannya untuk selalu siap siaga menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam atau kecelakaan di perairan. Respons cepat dinilai menjadi kunci dalam meminimalkan dampak yang ditimbulkan, terutama ketika kondisi cuaca tiba-tiba memburuk.
Dalam apel tersebut, ia turut menekankan kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Kapal patroli, peralatan keselamatan, hingga perlengkapan SAR harus dipastikan dalam kondisi siap operasional agar dapat digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan.
“Kesiapan personel harus diimbangi dengan kesiapan alat. Jangan sampai saat dibutuhkan, peralatan justru tidak siap,” ujarnya.
Dengan peningkatan kesiapsiagaan ini, Ditpolairud Polda NTB menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Upaya preventif tersebut diharapkan mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah perairan NTB tetap aman dan kondusif, meski di tengah ancaman cuaca yang tidak menentu.













