Nusantara

Cuaca Ekstrem di Lombok Tengah, Atap Rumah Warga Berterbangan

×

Cuaca Ekstrem di Lombok Tengah, Atap Rumah Warga Berterbangan

Sebarkan artikel ini
Cuaca Ekstrem di Lombok Tengah, Atap Rumah Warga Berterbangan

Lombok Tengah, Jurnalkebis.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang disertai hujan dengan intensitas cukup tinggi melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Tengah sejak Selasa (malam) hingga Rabu (dini hari). Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga rusak, mayoritas pada bagian atap yang terlepas atau roboh akibat terpaan angin.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, dampak cuaca ekstrem terjadi di beberapa desa, termasuk Jelantik, Jangkok, Tanah Rarang, hingga Puyung Kerepate, dengan jumlah rumah terdampak mencapai dua belasan hingga puluhan unit di masing-masing lokasi.

Meski kerusakan material cukup signifikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Salah seorang warga terdampak, Hayun, mengungkapkan angin kencang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat, namun cukup kuat untuk merusak rumah warga.

“Ya lumayan, malam kejadiannya itu secara spontan. Datangnya cepat, enggak terlalu lama, tapi anginnya kuat,” ujar Hayun saat ditemui di lokasi kejadian. Rabu (21/1).

Baca Juga :  MGPA Pastikan Kesiapan Sirkuit Mandalika Gelar MotoGP 2023

Ia menjelaskan, angin kencang disertai hujan deras membuat kondisi semakin sulit, terutama karena sebagian warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam rumah.

“Peteknya itu menggelok sangat, atap banyak yang terangkat. Angin datang dari arah barat,” katanya.

Menurut Hayun, sekitar dua belasan rumah di wilayahnya terdampak, dengan tingkat kerusakan bervariasi. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap, meski ada juga rumah yang mengalami kerusakan lebih parah.

“Rata-rata atapnya rusak. Alhamdulillah, korban jiwa enggak ada,” imbuhnya.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah, Ridwan Ma’ruf, mengatakan kejadian tersebut merupakan dampak dari cuaca hidrometeorologi yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

“Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, cuaca hidrometeorologi ini diperkirakan berlangsung sampai bulan Maret. Ini berdasarkan kajian dari BMKG,” jelas Ridwan.

Ia menyebut hujan deras yang terjadi sejak Selasa malam menyebabkan berbagai kejadian bencana, mulai dari angin puting beliung hingga banjir di sejumlah titik.

“Hujan yang kemarin itu tidak kunjung berhenti. Tim langsung melakukan evakuasi dan penanganan sejak malam,” katanya.

Baca Juga :  Luar Bisa Aksi Polsek Narmada Bangun Rumah Untuk Warga Miskin

BPBD mencatat, fenomena angin puting beliung terjadi di beberapa wilayah Lombok Tengah, diantaranya Desa Tanah Rarang, Desa Jelantik, Desa Jangkok, dan Desa Puyung Kerepate.

“Untuk puting beliung, itu terjadi di beberapa tempat. Di Jelantik belasan keluarga terdampak, di Jangkok dan Puyung Kerepate juga belasan rumah,” ujar Ridwan.

Hingga saat ini, BPBD masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah kerusakan serta kebutuhan mendesak warga terdampak.

Ridwan menegaskan, sejak kejadian tersebut, sekitar 800 personel gabungan telah dikerahkan untuk menangani dampak bencana. Personel tersebut terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Instruksi langsung dari Pak Bupati sejak malam agar kami turun bersama Damkar dan OPD terkait untuk penanganan cepat di lapangan,” tegasnya.

Fokus utama petugas saat ini adalah penanganan darurat, membantu warga membersihkan puing, memperbaiki atap sementara, serta memastikan tidak ada warga yang terisolasi.

Baca Juga :  Wagub NTB Tinjau Pembangunan TPST, Pabrik Pengolahan Sampah dengan Kapasitas 120 Ton Perhari

Selain angin kencang, hujan deras juga menyebabkan banjir di wilayah selatan Lombok Tengah, khususnya di Praya Barat dan Praya Barat Daya.

“Kalau banjir, sekarang masih mendominasi di wilayah selatan,” kata Ridwan.

Meski demikian, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. BPBD juga telah menurunkan mesin penyedot air untuk membantu percepatan surutnya genangan di permukiman warga.

“Tim kami sudah membawa mesin penyedot air. Kalau masih ada rumah yang tergenang, langsung kami sedot,” ujarnya.

BPBD Lombok Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang, hujan lebat, dan banjir susulan yang masih berpeluang terjadi.

Warga yang tinggal di wilayah rawan diimbau untuk mengamankan barang-barang, memperkuat struktur atap rumah, serta segera melapor ke aparat desa atau BPBD jika terjadi kondisi darurat.

Pemerintah daerah memastikan akan terus melakukan pemantauan dan penanganan cepat guna meminimalkan dampak bencana bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *