Mataram, Jurnalekbis.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) bergerak cepat menormalkan jaringan listrik di Dusun Mecanggah, Desa Pelangan, Kabupaten Lombok Barat, menyusul banjir bandang akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah selatan Pulau Lombok, Rabu (21/1). Banjir dengan curah hujan tinggi tersebut mengakibatkan satu tiang listrik hanyut terbawa arus sungai yang meluap.
Akibat kejadian itu, aliran listrik ke Dusun Mecanggah, Dusun Pengendan, dan wilayah sekitarnya sempat terhenti total. Kerusakan jaringan terjadi pada jalur distribusi utama yang melintasi sungai, sehingga proses pemulihan membutuhkan penanganan khusus di medan yang ekstrem.
Kondisi di lapangan dinilai tidak mudah. Sungai yang sebelumnya memiliki bentangan sekitar 40 meter melebar hingga kurang lebih 200 meter pascabanjir. Arus sungai yang masih deras menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam proses penarikan kabel dan pengamanan jaringan agar dapat kembali beroperasi dengan aman.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, turun langsung ke lokasi titik hanyutnya tiang listrik untuk memimpin koordinasi percepatan perbaikan. Ia memastikan seluruh proses pemulihan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja.
“Kondisi di lapangan sangat menantang. Sungai yang sebelumnya hanya sekitar 40 meter kini melebar hingga 200 meter dengan arus yang masih cukup kuat. Namun komitmen kami jelas, listrik harus segera kembali menyala untuk masyarakat Dusun Mecanggah dan sekitarnya,” ujar Sri Heny di lokasi.
Menurutnya, PLN telah mengerahkan personel teknis, peralatan pendukung, serta armada khusus untuk mempercepat penormalan jaringan. Seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengamanan ekstra, mengingat kondisi tanah dan aliran sungai yang masih belum stabil.
“Kehadiran saya di sini untuk memastikan seluruh personel bekerja sesuai standar keselamatan. Medannya berat, tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kami pastikan Gardu ST 81 dapat kembali beroperasi secara normal setelah seluruh pengerjaan teknis rampung,” tegasnya.
Hingga Kamis, petugas PLN masih bersiaga di lokasi untuk menyelesaikan proses penarikan kabel melintasi sungai. Proses tersebut menjadi tahapan krusial sebelum aliran listrik dapat sepenuhnya dipulihkan ke rumah-rumah warga terdampak.
Di tengah upaya pemulihan tersebut, PLN juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dalam menggunakan listrik, khususnya pascabanjir. Warga diminta memastikan instalasi listrik di dalam rumah benar-benar kering dan aman sebelum digunakan kembali.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengutamakan keselamatan. Pastikan instalasi listrik tidak basah dan tidak rusak. Jika ditemukan potensi bahaya, segera laporkan melalui aplikasi PLN Mobile agar dapat segera kami tindaklanjuti,” kata Sri Heny.
PLN menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana dan kondisi darurat. Upaya percepatan penormalan jaringan ini diharapkan dapat segera memulihkan aktivitas warga dan mendukung kembali roda perekonomian di wilayah terdampak banjir.













