IndustriNews

BRIDA NTB Uji Inovasi ASN, Tata Kelola Data dan Layanan Ibu Nifas Jadi Sorotan

×

BRIDA NTB Uji Inovasi ASN, Tata Kelola Data dan Layanan Ibu Nifas Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
BRIDA NTB Uji Inovasi ASN, Tata Kelola Data dan Layanan Ibu Nifas Jadi Sorotan

Mataram, Jurnalekbis.com – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar presentasi inovasi aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik yang berkualitas, terukur, dan berdampak langsung pada penyelesaian persoalan daerah.

Presentasi inovasi tersebut dihadiri perwakilan Kelompok Kerja (Pokja) dan tim inovasi BRIDA NTB, serta penggagas inovasi dari dua perangkat daerah. Diskominfotik NTB memaparkan inovasi Perbaikan Tata Kelola Data dan Pemanfaatan Data pada Program NTB Satu Data Tahun 2024–2025, sementara RS Mandalika NTB mengusung inovasi Nifas Connect, layanan pendampingan ibu nifas yang terintegrasi dan berbasis edukasi berkelanjutan.

Baca Juga :  Bocah Lombok Tengah Diterkam 6 Anjing Liar Saat Selamatkan Teman

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menegaskan bahwa inovasi yang berkualitas tidak lahir secara instan. Menurutnya, seluruh gagasan inovasi harus berangkat dari identifikasi masalah yang jelas, berbasis data dan fakta lapangan.

“Inovasi yang baik dimulai dari proposal yang kuat dan teruji. Dari situ akan lahir solusi atas masalah dan ketimpangan yang benar-benar terjadi di masyarakat,” ujar Aryadi dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, setiap proposal inovasi yang diajukan ASN akan melalui proses penilaian ketat menggunakan instrumen yang mengacu pada standar Kementerian PAN-RB dan Kementerian Dalam Negeri. Penilaian tersebut tidak hanya melihat kebaruan ide, tetapi juga keberlanjutan, manfaat, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan daerah.

Dalam sesi presentasi, tim penilai dari Pokja BRIDA NTB memberikan sejumlah catatan dan masukan teknis kepada penggagas inovasi. Masukan tersebut mencakup penyempurnaan rancang bangun inovasi, penguatan indikator dampak, hingga strategi pengembangan agar inovasi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Baca Juga :   Robot Santa Knalpot Brong Jadi Ikon Pos Pengamanan Nataru di Mataram

Untuk inovasi NTB Satu Data, tim penilai menyoroti pentingnya integrasi lintas perangkat daerah guna menghindari duplikasi data dan meningkatkan kualitas pengambilan kebijakan. Sementara pada inovasi Nifas Connect, perhatian difokuskan pada keberlanjutan layanan serta perluasan jangkauan pendampingan bagi ibu nifas, terutama di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas.

Aryadi menekankan bahwa inovasi di lingkungan pemerintahan tidak boleh berhenti pada pemenuhan administrasi semata. Ia berharap inovasi yang disusun ASN mampu menjadi instrumen strategis dalam mempercepat pelaksanaan program prioritas daerah.

“Inovasi jangan hanya formalitas. Harus bisa mendukung akselerasi program daerah dan selaras dengan visi misi Gubernur NTB, khususnya dalam penanganan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata,” tegasnya.

Baca Juga :  Balita 4 Tahun Hilang Terseret Sungai

Melalui kegiatan ini, BRIDA NTB mendorong budaya inovasi yang lebih substantif di kalangan ASN. Pemerintah Provinsi NTB menargetkan inovasi pelayanan publik tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *