NasionalNews

Prabowo Dorong Gentengisasi Nasional: Atap Seng Dinilai Panas dan Kumuh

×

Prabowo Dorong Gentengisasi Nasional: Atap Seng Dinilai Panas dan Kumuh

Sebarkan artikel ini
Prabowo Dorong Gentengisasi Nasional: Atap Seng Dinilai Panas dan Kumuh

Jakarta, Jurnalekbis.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggulirkan gagasan besar bertajuk gentengisasi nasional, sebuah program yang bertujuan mengganti atap-atap seng dengan genteng di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Prabowo, dominasi atap seng tidak hanya membuat lingkungan permukiman terasa panas, tetapi juga merusak estetika kota dan desa serta tidak mencerminkan wajah Indonesia yang indah dan beradab.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sebuah forum resmi, saat ia menyoroti kondisi visual banyak kota hingga desa di Indonesia yang kini didominasi atap seng berkarat.

“Saya lihat Surabaya, semua kota, semua kecamatan, hampir semua desa kita, sekarang maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat,” kata Prabowo.

Baca Juga :  PLN NTB Siagakan 163 Posko Amankan Pasokan Listrik Idul Adha 1445H

Menurut Prabowo, mustahil membangun citra Indonesia yang indah jika mayoritas rumah rakyat menggunakan atap seng. Ia menilai karat pada seng bukan sekadar persoalan fisik bangunan, tetapi simbol kemunduran.

“Tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Karat itu lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan,” ujarnya.

Sebagai solusi, Prabowo menegaskan keinginannya agar seluruh atap rumah di Indonesia secara bertahap menggunakan genteng berbahan dasar tanah yang lebih sejuk, tahan lama, dan ramah lingkungan. Program ini, kata dia, akan dijalankan melalui koperasi sebagai tulang punggung produksi.

“Nanti gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia. Koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng,” tegas Prabowo.

Ia menyebut biaya pembangunan pabrik genteng relatif murah dan dapat dijalankan di tingkat lokal. Bahkan, bahan baku genteng dapat memanfaatkan limbah industri, termasuk fly ash dari batu bara yang dicampur dengan tanah untuk menghasilkan genteng yang ringan dan kuat.

Baca Juga :  Sawah Indonesia Darurat, Nusron Wahid Bekukan Alih Fungsi Lahan

“Saya dapat laporan dari profesor-profesor kita bahwa limbah batu bara, ash itu, bisa dicampur dengan tanah menjadi bahan genteng yang baik,” ungkapnya.

Prabowo juga menekankan bahwa program ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari upaya membangun kualitas hidup rakyat. Ia membandingkan kondisi rumah-rumah masa lalu yang menggunakan rumbia, ijuk, atau sirap yang lebih sejuk dibanding seng.

“Dulu nenek kita pakai rumbia, ijuk, bahan alam. Sejuk. Sekarang seng, seng semua,” katanya.

Lebih jauh, Prabowo mengaitkan gagasan gentengisasi dengan sektor pariwisata. Menurutnya, wisatawan asing tidak datang ke Indonesia untuk melihat atap seng berkarat.

“Turis dari luar datang untuk apa melihat seng berkarat? Kita harus bikin kota indah, kecamatan indah, desa indah,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanggapan TGB Terhadap Ucapan Tokoh Agama Viral di Mimbar Pengajian

Ia pun menargetkan perubahan visual Indonesia dalam waktu relatif singkat. Prabowo berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah Indonesia tidak lagi didominasi karat.

“Saya berharap dalam 2–3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah, rakyat harus bahagia,” tutup Prabowo.

Gagasan ini menjadi sinyal kuat arah kebijakan pembangunan berbasis lingkungan, koperasi, dan estetika permukiman, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi UMKM dan industri genteng lokal di berbagai daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *