NasionalNews

Prabowo Nyatakan Perang Terhadap Sampah, 34 Proyek Waste to Energy Dibangun di 34 Kota

×

Prabowo Nyatakan Perang Terhadap Sampah, 34 Proyek Waste to Energy Dibangun di 34 Kota

Sebarkan artikel ini
Prabowo Nyatakan Perang Terhadap Sampah, 34 Proyek Waste to Energy Dibangun di 34 Kota

Jakarta, Jurnalekbis.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan melakukan langkah besar dan tegas untuk mengatasi persoalan sampah nasional yang kian mengkhawatirkan. Salah satu langkah konkret yang segera dijalankan adalah pembangunan 34 proyek waste to energy (WTE) di 34 kota di Indonesia mulai tahun ini.

Prabowo mengungkapkan, persoalan sampah tidak bisa lagi ditunda penanganannya. Berdasarkan proyeksi pemerintah, hampir seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia diperkirakan akan mengalami overcapacity pada 2028, bahkan sebagian lebih cepat dari itu.

“Sampah ini menjadi masalah. Di proyeksi, hampir semua TPA akan overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat. Untuk itu, tahun ini kita akan buka 34 proyek pembangunan waste to energy di 34 kota,” kata Prabowo.

Presiden menegaskan, proyek-proyek tersebut harus segera memasuki tahap ground breaking dalam beberapa bulan ke depan. Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas WTE itu dapat mulai beroperasi dalam waktu sekitar dua tahun.

Baca Juga :  MBG di Lombok Timur: Bukan Sekadar Makan, Tapi Ekonomi Bergerak

“Saya minta ground breaking berapa bulan ini dilaksanakan. Kita perkirakan dua tahun lagi sudah berfungsi,” ujarnya.

Prabowo menyebut, total investasi untuk 34 proyek WTE tersebut mencapai hampir USD 3,5 miliar. Meski bernilai besar, ia menilai investasi itu sepadan dengan dampak jangka panjang yang dihasilkan, baik bagi lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun ketahanan ekonomi.

Menurut Prabowo, inisiatif pengelolaan sampah tidak hanya datang dari pemerintah pusat. Sejumlah pemerintah daerah juga mulai melakukan inovasi dan improvisasi dalam menangani persoalan sampah di wilayah masing-masing.

“Saya lihat di beberapa kabupaten sudah mulai ada inisiatif. Ini sedang kita pelajari, mungkin bisa saling menukar pengalaman,” katanya.

Meski demikian, Prabowo menekankan bahwa penanganan sampah membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menegaskan pemerintah pusat siap mengambil peran lebih besar apabila dibutuhkan demi kepentingan rakyat.

Baca Juga :  Mandalika Child Learning Center Kembali Dibuka, Berikan Peluang Pendidikan Bagi Anak-Anak Pedagang Asongan

“Kita tidak boleh menunggu. Bila perlu, demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, Prabowo juga mengaitkan persoalan sampah dengan masa depan pariwisata nasional. Ia menilai, sektor pariwisata yang menyerap lapangan kerja paling cepat dan besar akan terancam jika persoalan kebersihan lingkungan tidak segera diselesaikan.

“Pariwisata menyerap lapangan kerja paling banyak dan paling cepat. Tapi apakah turis mau datang melihat sampah?” ujarnya.

Prabowo bahkan mengaku menerima kritik langsung dari pejabat asing terkait kondisi kebersihan Bali.

“Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh, mereka bilang ke saya, ‘I just came from Bali. Bali so dirty now. Bali not nice.’ Saya terima itu sebagai koreksi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lomba Masak Beras SPHP di NTB: Cara Seru Edukasi Pengendalian Inflasi

Sebagai respons, Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah, mulai dari gubernur, bupati, wali kota, hingga TNI, Polri, BUMN, dan kementerian, untuk memimpin langsung gerakan kebersihan di wilayah masing-masing.

“Kita sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” tegasnya.

Prabowo juga menyampaikan rencana meluncurkan Gerakan Indonesia Asri—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—sebagai gerakan nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah-sekolah.

“Semua instansi pemerintahan harus memimpin. Anak sekolah pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam, itu cepat dampaknya,” kata Prabowo.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah syarat mutlak bagi masa depan pariwisata, kesehatan, dan kualitas hidup rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *