NasionalNews

Prabowo Undang PBNU, Muhammadiyah, hingga MUI ke Istana, Ada Apa?

×

Prabowo Undang PBNU, Muhammadiyah, hingga MUI ke Istana, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Prabowo Undang PBNU, Muhammadiyah, hingga MUI ke Istana, Ada Apa?

Jakarta, Jurnalekbis.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima pimpinan organisasi Islam serta tokoh pondok pesantren dari berbagai daerah pada Senin siang. Pertemuan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tiga hingga empat bulan sekali untuk membahas capaian pemerintah dan dinamika strategis nasional maupun global.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pertemuan ini akan dihadiri hampir seluruh organisasi Islam besar di Indonesia. Selain pimpinan ormas, sejumlah tokoh pesantren juga diundang untuk terlibat dalam diskusi bersama Presiden.

“Hari ini Bapak Presiden nanti siang akan menerima beberapa tokoh pimpinan organisasi Islam, tokoh-tokoh Islam, dan juga pimpinan pondok pesantren dari beberapa daerah,” kata Teddy kepada wartawan, Selasa (3/2).

Baca Juga :  PT Autore Bantah Tuduhan Persaingan Bisnis dalam Budidaya Mutiara di Lombok Timur

Menurut Teddy, pertemuan tersebut bersifat dialog terbuka dan tidak sekadar seremonial. Presiden akan berdiskusi langsung dengan para tokoh mengenai berbagai isu strategis, termasuk pencapaian pemerintah, pelaksanaan program prioritas, serta kondisi dalam dan luar negeri.

“Ini pertemuan rutin tiga sampai empat bulan sekali. Akhir tahun lalu juga sudah pernah dilakukan,” ujarnya.

Teddy menyebutkan, pertemuan kali ini diperkirakan akan berlangsung cukup lama, yakni sekitar tiga hingga empat jam. Presiden ingin memastikan adanya ruang diskusi yang memadai agar aspirasi dan pandangan para tokoh dapat tersampaikan secara komprehensif.

“Nanti kira-kira akan membahas tentang pencapaian pemerintah, program-program strategis, kemudian juga tentunya kondisi dalam negeri dan luar negeri,” jelas Teddy.

Baca Juga :  Honda ADV 300, Skutik Adventure yang Siap Bersaing dengan Honda CRF150L

Adapun organisasi Islam yang dijadwalkan hadir antara lain Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Islam (Persis), serta Syarikat Islam. Selain itu, tokoh-tokoh pondok pesantren dari Jawa Timur dan sejumlah daerah lain juga akan turut hadir.

“Jumlahnya sekitar 40 sampai 50 orang,” ungkap Teddy.

Ia menambahkan, salah satu topik yang akan mendapat perhatian khusus adalah isu luar negeri, mengingat dinamika global yang terus berkembang dan berdampak langsung terhadap kondisi nasional, termasuk ekonomi, stabilitas kawasan, serta posisi Indonesia di forum internasional.

“Diskusi tentang kondisi dalam negeri, luar negeri, kemudian salah satunya juga terkait isu luar negeri,” kata Teddy.

Baca Juga :  200 Wartawan Anggota PWI Dijadwalkan Retret di Akmil Magelang

Pertemuan ini dinilai penting sebagai bagian dari komunikasi pemerintah dengan elemen strategis masyarakat, khususnya kalangan ulama dan tokoh keagamaan. Pemerintah memandang peran organisasi Islam dan pesantren memiliki posisi sentral dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan, serta mendukung agenda pembangunan nasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi rinci mengenai keputusan atau kesepakatan yang akan dihasilkan dari pertemuan tersebut. Pemerintah memastikan hasil diskusi akan disampaikan kepada publik sesuai dengan perkembangan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *