Jakarta, Jurnalekbis.com — Ketua Umum Masyarakat TIK Cerdas Indonesia (MTCI) Jully Tjindrawan menegaskan pentingnya memasukkan robotik, coding, dan kecerdasan buatan (AI) ke dalam kurikulum nasional agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain. Ia menyebut, penguatan pendidikan teknologi harus dimulai sejak dini, dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah.
Hal itu disampaikan Jully usai kegiatan penguatan pendidikan teknologi yang turut dihadiri Wakil Presiden RI serta para praktisi pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, Jully mengapresiasi perhatian pemerintah yang dinilai semakin konkret terhadap pengembangan kompetensi digital generasi muda.
“Hari ini kami sangat berterima kasih kepada Pak Wapres yang sangat peduli pada pendidikan anak bangsa, khususnya dari TK sampai SMA. Ini bukan sekadar wacana, tapi sudah direalisasikan lewat penyediaan alat-alat pembelajaran, termasuk untuk santri di pesantren,” kata Jully.
Menurutnya, pembangunan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi. Anak-anak Indonesia, kata Jully, perlu dibekali akhlak yang baik sekaligus kemampuan akademik dan teknologi yang mumpuni agar siap bersaing secara global.
“Kalau karakternya sudah bagus, itu harus ditambah dengan pengetahuan yang tinggi. Anak bangsa tidak boleh tertinggal,” ujarnya.
Jully juga menyoroti perlunya standardisasi kurikulum robotik dan teknologi digital secara nasional. Ia menilai, perbedaan materi antarwilayah berpotensi menciptakan kesenjangan kualitas pendidikan.

“Kurikulum jangan tercerai-berai. Harus sama untuk satu Indonesia,” tegasnya.
MTCI mencatat, anak-anak Indonesia telah menunjukkan daya saing di tingkat internasional. Sejak 2010, tim pelajar binaan organisasi tersebut rutin mengikuti kompetisi robotik di luar negeri dan selalu membawa pulang prestasi.
“Sejak 2010 kami membawa anak-anak ke luar negeri, tidak pernah sekalipun pulang dengan tangan kosong. Ini membuktikan bahwa robot buatan dalam negeri dan anak-anak Indonesia mampu bersaing,” jelas Jully.
Sebagai langkah lanjutan, MTCI mendorong pembentukan AI Hub, yakni pusat pengembangan robotik, coding, dan kecerdasan buatan. Inisiatif ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pendidik, dan industri untuk mempercepat transformasi pendidikan teknologi.
“AI Hub ini penting agar Indonesia tidak tertinggal dari luar. Pak Wapres juga sangat concern soal ini,” katanya.
Jully turut mengapresiasi dukungan Presiden, Wakil Presiden, serta kementerian terkait dalam memfasilitasi penguatan ekosistem pendidikan berbasis teknologi. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun sebagai guru robotika, ia menilai momentum saat ini menjadi titik krusial bagi masa depan generasi muda.
“Ini momentum besar. Kalau kita bergerak bersama, termasuk peran para perempuan pendidik, saya yakin Indonesia akan melaju pesat di bidang robotik, coding, dan AI,” pungkas Jully.













