Lombok Utara, Jurnalekbis.com – Bhayangkari Cabang Lombok Utara memanen 750 liter eco enzym konsentrat setelah melalui proses fermentasi selama tiga bulan. Cairan hasil olahan limbah organik rumah tangga itu diklaim setara dengan 750 ribu liter pupuk alami setelah diencerkan, dan akan segera didistribusikan kepada kelompok tani di sejumlah desa.
Panen eco enzym digelar di Aula Sarja Arya Racana Polres Lombok Utara, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan dipimpin Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, serta dihadiri jajaran pengurus dan anggota Bhayangkari.
Ny. Heny mengatakan, produksi eco enzym tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pengolahan Limbah Organik yang digagas Ketua Bhayangkari Pusat, Julianti Sigit Prabowo. Program ini, kata dia, mendorong anggota Bhayangkari di seluruh Indonesia untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan pertanian.
“Di Lombok Utara, sebanyak 150 anggota Bhayangkari berhasil memproduksi 750 biang eco enzym. Setelah difermentasi selama tiga bulan, kini berkembang menjadi 750 liter eco enzym, yang setara dengan 750 ribu liter bahan pupuk alami setelah proses pengenceran,” ujar Ny. Heny dalam sambutannya.
Secara nasional, gerakan tersebut sebelumnya digelar serentak pada 28 November 2025 dan melibatkan 59.800 anggota Bhayangkari di seluruh Indonesia. Kegiatan itu bahkan tercatat meraih rekor MURI untuk kategori pembuatan eco enzym terbanyak.

Menurut Ny. Heny, gerakan pengolahan limbah organik ini tidak hanya menyasar persoalan sampah rumah tangga, tetapi juga diarahkan untuk mendukung sektor pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Eco enzym, jelasnya, dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, pestisida alami, hingga cairan pengurai limbah.

“Eco enzym ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, pestisida alami, hingga pengurai limbah. Kami berharap manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya kelompok tani,” katanya.
Sebagian hasil panen akan didistribusikan kepada kelompok tani di setiap desa melalui program Gowes Kamtibmas yang diinisiasi Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K. Program tersebut selama ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Distribusi eco enzym diharapkan membantu petani meningkatkan kesuburan tanah, menekan biaya produksi, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Langkah ini juga disebut sejalan dengan program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kemandirian dan praktik pertanian ramah lingkungan.
Data Dinas Pertanian setempat menunjukkan kebutuhan pupuk kimia di tingkat petani masih cukup tinggi, sementara harga cenderung fluktuatif. Kehadiran pupuk organik alternatif dinilai bisa menjadi solusi tambahan, terutama bagi petani skala kecil yang rentan terhadap kenaikan biaya produksi.
Ny. Heny menambahkan, Bhayangkari berkomitmen menjadikan pengolahan limbah organik sebagai gerakan berkelanjutan berbasis keluarga dan komunitas. Ia berharap produksi eco enzym tidak berhenti pada momentum panen kali ini, melainkan terus dikembangkan agar berdampak luas secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.
“Kami ingin ini menjadi kebiasaan. Dari rumah tangga, kita bisa berkontribusi untuk lingkungan dan pertanian,” ujarnya.
Dengan panen 750 liter eco enzym tersebut, Bhayangkari Lombok Utara menargetkan distribusi tahap awal segera dilakukan dalam waktu dekat, sembari mendorong lebih banyak anggota untuk terlibat dalam produksi berikutnya.













