Jurnalekbis.com– Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Chery, tancap gas di pasar mobil listrik Indonesia. Setelah mencatat penjualan positif sepanjang 2025, Chery menegaskan komitmennya memperluas lini kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) untuk menjawab tren elektrifikasi yang kian agresif di Tanah Air.
Langkah ini sekaligus mempertegas persaingan di segmen kendaraan listrik nasional yang dalam dua tahun terakhir tumbuh signifikan, didorong insentif pemerintah dan meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Presiden Direktur Chery Sales Indonesia menyebut, Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas di kawasan Asia Tenggara. “Kami melihat pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia sangat menjanjikan. Karena itu, Chery akan terus menghadirkan produk inovatif dengan harga kompetitif,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, pekan ini.
Salah satu model yang lebih dulu diperkenalkan adalah Chery Omoda E5, SUV listrik yang menyasar segmen menengah. Mobil ini dibekali baterai berkapasitas sekitar 61 kWh dengan jarak tempuh lebih dari 400 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar pengujian internasional. Fitur keselamatan aktif dan desain futuristik menjadi nilai jual utama untuk menarik konsumen muda dan keluarga urban.
Data industri menunjukkan penjualan kendaraan listrik nasional terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di berbagai kota besar. Pemerintah juga memberikan insentif pajak dan subsidi untuk mendorong adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari target transisi energi dan pengurangan emisi karbon.

Chery memanfaatkan momentum tersebut dengan memperluas jaringan dealer serta layanan purna jual. Perusahaan mengklaim telah menambah titik layanan di sejumlah kota strategis seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan guna meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek asal Tiongkok tersebut.
Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung menilai, persaingan di segmen EV Indonesia akan semakin ketat pada 2026. “Merek-merek Tiongkok memiliki keunggulan dari sisi teknologi baterai dan harga yang relatif kompetitif. Namun, faktor layanan purna jual dan nilai jual kembali tetap menjadi pertimbangan konsumen,” katanya.
Di sisi lain, Chery juga membuka peluang perakitan lokal untuk meningkatkan daya saing harga dan memenuhi regulasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Strategi ini dinilai penting agar produk dapat bersaing dengan merek lain yang telah lebih dulu memproduksi kendaraan listrik secara lokal.
Tak hanya fokus pada produk, Chery menggarap edukasi pasar melalui pameran otomotif nasional dan test drive di berbagai kota. Perusahaan optimistis, dengan kombinasi desain modern, teknologi mutakhir, dan harga yang bersaing, mobil listrik Chery mampu memperluas pangsa pasar dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Dengan peta persaingan yang semakin dinamis dan dukungan kebijakan pemerintah, kehadiran mobil listrik Chery diprediksi akan menambah warna baru dalam ekosistem kendaraan listrik Indonesia. Tantangannya kini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen di tengah gempuran merek global lainnya.













