Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Sebuah truk pengangkut pakan ternak bernomor polisi AD 9639 OD mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Jurang Jaler, Desa Jurang Jaler, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Truk yang melaju dari arah Praya menuju Kopang itu dilaporkan tidak kuat menanjak, lalu surut dan menabrak satu unit ruko serta sepeda motor di sekitar lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan cukup signifikan.
Kecelakaan terjadi di jalur menanjak yang dikenal cukup panjang dan rawan bagi kendaraan bermuatan berat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk awalnya berusaha menaklukkan tanjakan. Namun saat berada di tengah tanjakan, kendaraan diduga kehilangan tenaga dan mulai bergerak mundur.
Kondisi tersebut membuat sopir tidak mampu mengendalikan laju kendaraan. Truk kemudian surut dan menghantam bangunan ruko di pinggir jalan serta satu unit sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu.
“Truk pengangkut pakan tidak kuat menanjak sehingga surut dan menabrak ruko serta satu sepeda motor. Tidak ada korban jiwa, namun terdapat kerugian material,” ujar Brata saat dikonfirmasi, Selasa.
Menurutnya, kerusakan terjadi pada bagian depan ruko serta kendaraan roda dua yang tertabrak. Sementara kondisi truk juga mengalami kerusakan di bagian tertentu akibat benturan.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Arus lalu lintas sempat mengalami perlambatan karena posisi truk melintang di badan jalan setelah kejadian.

“Kami langsung melakukan pengamanan lokasi dan mengevakuasi kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” katanya.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, truk tersebut kini diamankan di Mapolres Lombok Tengah. Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor teknis kendaraan maupun kondisi muatan.
Tanjakan Jurang Jaler sendiri dikenal sebagai salah satu titik yang membutuhkan kewaspadaan ekstra, terutama bagi kendaraan besar bermuatan berat. Medan yang cukup panjang dan kemiringan yang signifikan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi truk.
Pihak kepolisian mengingatkan para sopir angkutan barang agar memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melintas di jalur menanjak. Pemeriksaan rem, kopling, hingga kekuatan mesin dinilai penting untuk mencegah kendaraan kehilangan tenaga saat berada di tanjakan.
“Kami mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan berat, untuk selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat dan berhati-hati saat melintasi jalur rawan,” tegas Brata.
Selain faktor kendaraan, kepolisian juga menekankan pentingnya perhitungan muatan agar sesuai kapasitas. Muatan berlebih dapat memengaruhi performa mesin dan sistem pengereman, terutama di jalur dengan kontur ekstrem.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa jalur tanjakan panjang memerlukan kesiapan teknis dan konsentrasi penuh dari pengemudi. Beruntung, dalam kejadian di Jurang Jaler tersebut tidak ada korban jiwa, meski kerugian material tidak dapat dihindari.
Hingga kini, proses pendataan kerugian masih dilakukan, sementara bangunan ruko yang terdampak mulai dibersihkan oleh pemiliknya. Polisi memastikan akan terus melakukan patroli dan pemantauan di titik-titik rawan kecelakaan di wilayah Lombok Tengah guna meminimalisasi kejadian serupa.













