NewsNusantara

Nelayan Pulau Bungin Ditemukan Tewas Usai Hilang 3 Hari di Laut

×

Nelayan Pulau Bungin Ditemukan Tewas Usai Hilang 3 Hari di Laut

Sebarkan artikel ini
Nelayan Pulau Bungin Ditemukan Tewas Usai Hilang 3 Hari di Laut

Sumbawa, Jurnalekbis.com – Pencarian intensif selama tiga hari terhadap seorang nelayan lanjut usia asal Dusun Sekatek, Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, akhirnya berakhir duka. Malayoan ditemukan meninggal dunia di perairan Pantai Kertasari, Kabupaten Sumbawa Barat, Minggu (24/5).

Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut seorang diri menggunakan sampan pada Kamis (21/5). Tim SAR gabungan bersama nelayan dan aparat setempat terus melakukan penyisiran sejak sampan milik korban ditemukan tanpa awak sehari setelah ia pergi melaut.

Jenazah Malayoan ditemukan mengambang di perairan Pantai Kertasari pada Minggu pagi. Informasi penemuan mayat tersebut pertama kali diterima tim SAR gabungan yang sedang melakukan operasi pencarian di sekitar wilayah perairan Sumbawa Barat.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan 3 Hektar di Kayangan, Polsek dan Damkar Berhasil Padamkan Api

Mendapat laporan itu, petugas langsung bergerak menuju lokasi penemuan untuk memastikan identitas korban.

Koordinator Pos SAR Sumbawa, Kurais, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, membenarkan bahwa jasad yang ditemukan merupakan nelayan asal Pulau Bungin yang sebelumnya dilaporkan hilang.

“Setelah menunggu konfirmasi dari pihak keluarga, benar bahwa jenazah tersebut merupakan korban yang dicari sejak hari Jumat kemarin,” ujar Kurais dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, korban diduga terseret arus laut hingga jauh dari lokasi awal keberadaannya. Berdasarkan hasil pencarian, titik penemuan jenazah berada sekitar 23,15 nautical mile atau mil laut ke arah barat daya dari lokasi ditemukannya sampan korban.

“Korban terseret arus hingga ke Pantai Kertasari,” katanya.

Baca Juga :  Komisi VII DPR Apresiasi Upaya PLN dalam Kurangi Emisi Karbon

Proses evakuasi dilakukan oleh personel DitPolairud Polda NTB Pos Benete bersama Pos AL Benete, BPBD Kabupaten Sumbawa Barat, serta dibantu nelayan setempat dan unsur terkait lainnya.

Jenazah kemudian dibawa melalui jalur Pantai Labuhan Lalar sebelum dievakuasi ke RSUD As-Syifa, Kabupaten Sumbawa Barat, untuk penanganan lebih lanjut.

Operasi pencarian yang berlangsung selama tiga hari melibatkan berbagai unsur gabungan. Tim yang terlibat di antaranya Pos SAR Sumbawa, BPBD Sumbawa, Babinsa, Bhabinkamtibmas Bungin, Polairud Polres Sumbawa, DitPolairud Polda NTB Pos Benete, Pos AL Benete, BPBD Sumbawa Barat, Damkarmat Sumbawa Barat, warga pesisir, hingga nelayan setempat.

Cuaca laut dan arus yang cukup kuat selama beberapa hari terakhir disebut menjadi tantangan utama dalam proses pencarian korban. Tim SAR harus memperluas area penyisiran hingga ke wilayah perairan Kabupaten Sumbawa Barat.

Baca Juga :  Bandara Lombok Sambut Kedatangan Peserta FORNAS VIII NTB 2025

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada Minggu siang. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan langsung melakukan proses pemulangan jenazah ke kampung halaman untuk dimakamkan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi nelayan tradisional agar lebih memperhatikan faktor cuaca dan keselamatan saat melaut, terutama ketika berangkat seorang diri tanpa alat komunikasi maupun perlengkapan keselamatan memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *