Mataram, Jurnalekbis.com – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Federasi ORADO (Organisasi Domino Nasional) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 sukses digelar di Kota Mataram pada 19 April 2026. Ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga panggung penting dalam menjaring atlet domino terbaik NTB untuk menghadapi kejuaraan nasional.
Puluhan atlet dari seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) ORADO kabupaten/kota se-NTB ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Setiap Pengcab mengirimkan dua tim terbaik, dengan masing-masing tim terdiri dari dua atlet dan satu official. Kompetisi berlangsung ketat, menampilkan strategi, ketangkasan, serta kemampuan membaca permainan yang menjadi kunci dalam olahraga domino.
Ketua ORADO NTB, I Putu Dedy Saputra, menegaskan bahwa Kejurprov merupakan bagian krusial dalam sistem pembinaan atlet di daerah. Menurutnya, keikutsertaan seluruh Pengcab menjadi indikator kuat soliditas organisasi dalam membangun prestasi.
“Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana memperkuat kesiapan NTB untuk bersaing di tingkat nasional,” ujar I Putu Dedy Saputra, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, hasil dari Kejurprov ini akan menjadi dasar utama dalam menentukan kontingen NTB yang akan berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ORADO di Megamendung, Bogor, pada 24 April 2026 mendatang.
Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, Dedy meminta para atlet terpilih untuk segera menjaga kondisi fisik dan mental agar dapat tampil maksimal. “Kami berharap atlet dan official mampu menjaga performa terbaik demi membawa nama baik NTB di kancah nasional,” tegasnya.
Dari sisi pelaksanaan, panitia memastikan jalannya pertandingan berlangsung adil dan sesuai aturan. Untuk itu, Abdurahman ditunjuk sebagai wasit utama yang memimpin seluruh rangkaian pertandingan.
Menurut Dedy, pengalaman yang dimiliki wasit menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas kompetisi. “Kepemimpinan wasit memastikan seluruh pertandingan berjalan sesuai regulasi nasional, sehingga memberikan rasa keadilan bagi semua peserta,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Shandi Maulani Ahmad, mengapresiasi kelancaran kegiatan serta tingginya antusiasme peserta. Ia menilai kompetisi tahun ini berlangsung lebih kompetitif dibandingkan sebelumnya.
“Antusiasme peserta sangat tinggi dan pertandingan berjalan ketat. Ini menunjukkan pembinaan olahraga domino di NTB berjalan dengan baik,” ujar Shandi.
Ia juga menekankan bahwa fokus berikutnya adalah mempersiapkan para juara agar mampu bersaing di level nasional. Menurutnya, Kejurprov bukanlah akhir, melainkan awal dari tahapan menuju prestasi yang lebih tinggi.
Kehadiran pengurus ORADO serta tokoh olahraga daerah dalam kegiatan ini turut menambah semarak acara. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat eksistensi domino sebagai cabang olahraga yang terus berkembang di NTB.
Secara organisasi, ORADO NTB terus berkomitmen mendorong pengembangan potensi masyarakat melalui olahraga domino. Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan serta penyelenggaraan kompetisi berkualitas.
Kejurprov 2026 ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mencetak atlet-atlet unggulan yang siap berprestasi di tingkat nasional. Dengan sistem seleksi yang kompetitif dan transparan, ORADO NTB optimistis mampu melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas.
Ke depan, hasil dari Kejurprov ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi NTB untuk tampil kompetitif di Kejurnas ORADO 2026 di Bogor, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu kekuatan baru dalam olahraga domino di Indonesia.














