Jakarta, Jurnalekbis.com – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi memasuki hari ke-15. Hingga Senin, 4 Mei 2026, sebanyak 89.051 jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Arab Saudi dalam 229 kelompok terbang (kloter).
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Asseaff, mengatakan proses keberangkatan, kedatangan, hingga pergerakan jemaah menuju Makkah berlangsung lancar dan terkendali.
“Secara umum, proses pemberangkatan, kedatangan, serta pergerakan jemaah berjalan dengan lancar, tertib, dan terus dalam pendampingan petugas di setiap titik layanan,” kata Maria dalam keterangan pembaruan penyelenggaraan haji, Selasa (5/5/2026).
Data operasional mencatat, dari total 229 kloter yang diberangkatkan, terdapat 89.051 jemaah dan 912 petugas haji yang telah diterbangkan ke Tanah Suci.
Sementara di Madinah, sebanyak 219 kloter dengan total 85.039 jemaah serta 873 petugas telah tiba dan menempati akomodasi yang disiapkan pemerintah.
Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga terus berlangsung secara bertahap. Hingga kini, tercatat 68 kloter dengan 26.037 jemaah dan 272 petugas telah tiba di Makkah untuk menjalankan umrah wajib sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.
“Seluruh proses ini dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah juga menyoroti layanan kesehatan jemaah selama operasional haji berlangsung. Secara kumulatif, sebanyak 10.746 jemaah tercatat menjalani rawat jalan.
Selain itu, 139 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 208 jemaah lainnya dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 76 orang masih menjalani perawatan.
Kementerian Haji dan Umrah menegaskan fokus penyelenggaraan haji tahun ini tidak hanya pada kelancaran operasional, tetapi juga penguatan tata kelola, perlindungan jemaah, dan pencegahan praktik haji non-prosedural.














