NewsNusantara

Miq Iqbal Ngegas! Jalan Rusak Sumbawa Dikasih Deadline: “30 Mei, Titik!”

×

Miq Iqbal Ngegas! Jalan Rusak Sumbawa Dikasih Deadline: “30 Mei, Titik!”

Sebarkan artikel ini
Miq Iqbal Ngegas! Jalan Rusak Sumbawa Dikasih Deadline: “30 Mei, Titik!”

Sumbawa, Jurnalekbis.com — Gubernur Lalu Muhamad Iqbal memberi ultimatum tegas terhadap percepatan penanganan ruas jalan Lenangguar–Lunyuk di Kabupaten Sumbawa. Saat meninjau langsung lokasi proyek, Sabtu (9/5), Miq Iqbal meminta seluruh pekerjaan rampung paling lambat 30 Mei 2026 karena jalur tersebut menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian masyarakat di wilayah selatan Sumbawa.

Di sejumlah titik, badan jalan terlihat mengalami kerusakan akibat longsor dan pergeseran tanah. Alat berat masih bekerja membersihkan material longsoran, memperkuat lereng, memasang bronjong, hingga membangun sistem drainase untuk mencegah kerusakan berulang.

“30 Mei ini harus bisa selesai semua. Jangan sampai lewat lagi. Kalau bisa akhir bulan ini sudah siap,” tegas Miq Iqbal di lokasi peninjauan.

Ruas Lenangguar–Lunyuk menjadi salah satu akses vital penghubung kawasan selatan Kabupaten Sumbawa. Jalur ini digunakan masyarakat untuk mobilitas harian sekaligus distribusi hasil pertanian antarwilayah. Kerusakan jalan dinilai berisiko menghambat aktivitas ekonomi warga, terutama menjelang musim panen.

Baca Juga :  Jerowaru Masuk 100 Besar Desa Wisata Terbaik ADWI 2024, Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia!

Saat mengecek salah satu titik rawan, Miq Iqbal menyoroti kondisi lereng yang labil sebagai penyebab utama longsor yang menutup badan jalan.

“Kalau melihat struktur jalan di sini, persoalan utamanya ada pada lereng yang labil. Longsor menimbun badan jalan dan mengganggu akses masyarakat. Karena itu titik-titik rawan harus dipetakan dan ditangani lebih dulu,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tidak cukup hanya berfokus pada pengaspalan. Pemerintah daerah, kata dia, harus mulai mengedepankan mitigasi bencana dan perlindungan konektivitas ekonomi masyarakat dalam setiap proyek jalan.

Ia menilai banyak kerusakan jalan di NTB selama ini dipicu buruknya sistem drainase dan lemahnya antisipasi terhadap potensi longsor di kawasan perbukitan.

Baca Juga :  Wagub NTB Lantik PPIH: NTB Prioritaskan Pelayanan Terbaik Haji

“Sekarang ini drainase wajib dalam desain jalan. Jangan hanya membangun badan jalannya saja, tetapi juga harus menghitung aliran air, kondisi lereng, dan risiko longsor di sekitarnya,” katanya.

Miq Iqbal juga meminta pengawasan proyek dilakukan lebih detail, termasuk memetakan potensi kerusakan di sisi kiri dan kanan jalan yang dapat membahayakan pengendara.

“Kalau kerusakan ditangani sejak awal, biayanya tidak besar. Tapi kalau dibiarkan sampai parah, anggarannya bisa ratusan juta bahkan miliaran rupiah,” ujarnya.

Dalam peninjauan itu, gubernur sempat menghentikan perhatian pada satu titik badan jalan yang dinilai paling berbahaya bagi kendaraan pengangkut hasil panen warga. Ia meminta pekerjaan dimulai secepat mungkin agar akses distribusi tidak terganggu saat panen raya berlangsung.

Baca Juga :  Pemrov NTB Lepas Ekspor Vanili Organik Ke Amerika Serikat

“Ini berbahaya untuk pengendara, apalagi saat panen raya ketika truk pengangkut hasil pertanian melintas. Kalau bisa besok sudah mulai persiapannya dan minggu depan mulai dikerjakan,” tegasnya.

Dinas PUPR NTB memastikan percepatan penanganan terus dilakukan untuk mengejar target penyelesaian akhir Mei 2026. Proyek long segment jalan provinsi di Kabupaten Sumbawa itu memiliki panjang penanganan sekitar 61 kilometer dengan anggaran mencapai Rp19 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi NTB.

Selain mempercepat perbaikan, Pemprov NTB juga menyiapkan penguatan sistem pemeliharaan jalan secara bertahap agar kerusakan serupa tidak terus berulang dan membebani anggaran daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *