Haji

Bus Salawat Haji 2026 Dihentikan Sementara, Jemaah Diminta Fokus Hadapi Puncak Haji

×

Bus Salawat Haji 2026 Dihentikan Sementara, Jemaah Diminta Fokus Hadapi Puncak Haji

Sebarkan artikel ini
Bus Salawat Haji 2026 Dihentikan Sementara, Jemaah Diminta Fokus Hadapi Puncak Haji

Mekkah, Jurnalekbis.com – Menjelang fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menghentikan sementara operasional Bus Salawat mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas dan kesiapan transportasi jemaah menuju Armuzna.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marshal, mengatakan penghentian sementara layanan Bus Salawat menjadi bagian dari skema besar pengamanan dan pengaturan mobilitas jemaah menjelang puncak haji.

“Penghentian sementara ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penataan transportasi jemaah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Ichsan dalam keterangan resminya, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga :  Kloter Pertama Haji Lombok Lepas Landas, BIZAM Tingkatkan Fasilitas untuk Lansia

Bus Salawat dijadwalkan kembali beroperasi pada Ahad, 31 Mei 2026 pukul 01.00 waktu Arab Saudi. Meski demikian, pemerintah memastikan jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib tetap akan difasilitasi transportasi menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Hingga 20 Mei 2026, pemerintah mencatat sebanyak 513 kelompok terbang (kloter) dengan total 197.876 jemaah serta 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah itu, 502 kloter dengan 193.593 jemaah sudah tiba di Kota Makkah.

Sementara itu, sebanyak 237 kloter berisi 90.691 jemaah dan 945 petugas tercatat mendarat melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Adapun jemaah haji khusus yang telah tiba di Arab Saudi mencapai 15.418 orang.

Baca Juga :  10 Jemaah Haji RI Meninggal di Tanah Suci, Ini Penyebab Terbanyak

Pemerintah Indonesia bersama PPIH Arab Saudi kini memfokuskan persiapan pada layanan Armuzna, mulai dari kesiapan tenda, konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah hingga penempatan petugas di titik-titik strategis.

Ichsan menegaskan fase Armuzna merupakan tahapan paling krusial dan padat selama penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, seluruh pergerakan jemaah diatur secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, khususnya bagi lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah berisiko kesehatan tinggi.

Pemerintah juga mengimbau jemaah untuk mulai menghemat energi menjelang puncak haji. Aktivitas yang tidak mendesak diminta dikurangi agar kondisi fisik tetap prima saat menjalani wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah serta Mina.

“Jemaah diminta tidak memaksakan diri bepergian jauh menjelang puncak haji, terutama setelah layanan Bus Salawat dihentikan sementara,” katanya.

Baca Juga :  PPIH Tegas Larang Pungli Jasa Kursi Roda Jemaah Haji

Selain itu, jemaah diminta tidak melakukan perjalanan mandiri tanpa koordinasi petugas. Seluruh pergerakan menuju Armuzna wajib mengikuti skema resmi demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak memasang identitas organisasi di tenda Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut atribut yang dipasang serta memberikan sanksi kepada pihak yang melanggar aturan tersebut.

Pemerintah berharap seluruh rangkaian puncak ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan aman. Masyarakat Indonesia juga diajak ikut mendoakan seluruh jemaah agar diberikan kesehatan serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *