Haji

Jemaah Haji Diingatkan Hemat Tenaga, 146 Ribu Lebih Sudah Tiba di Arab Saudi

×

Jemaah Haji Diingatkan Hemat Tenaga, 146 Ribu Lebih Sudah Tiba di Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
Jemaah Haji Diingatkan Hemat Tenaga, 146 Ribu Lebih Sudah Tiba di Arab Saudi

Mekkah, Jurnalekbis.com – Pemerintah mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga kondisi fisik menjelang fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Imbauan itu disampaikan seiring meningkatnya jumlah jemaah yang telah tiba di Arab Saudi dan mulai memasuki rangkaian ibadah inti di Tanah Suci.

Hingga hari ke-23 operasional penyelenggaraan haji, tercatat sebanyak 379 kelompok terbang (kloter) dengan total 146.622 jemaah dan 1.513 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Selain itu, sebanyak 312 kloter berisi 120.507 jemaah bersama 1.248 petugas sudah bergerak dari Madinah menuju Makkah secara bertahap.

“Fase puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, bahkan spiritual yang optimal,” ujar petugas dalam keterangan resmi penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Baca Juga :  Pertamina Siapkan 2.795 KL Avtur untuk 30 Kloter Haji Lombok 2026, Pasokan Dipastikan Aman

Sementara itu, kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, juga terus berlangsung. Hingga saat ini, sebanyak 103 kloter dengan 39.388 jemaah serta 413 petugas telah tiba di Arab Saudi.

Tak hanya jemaah reguler, pemerintah juga mencatat sebanyak 7.146 jemaah haji khusus telah berada di Tanah Suci dan mulai menjalankan tahapan ibadah sesuai jadwal.

Menjelang puncak pelaksanaan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, pemerintah meminta jemaah tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berat, terutama di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi.

Jemaah diminta memperbanyak istirahat, mengatur pola makan, cukup minum, serta segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan seperti lemas, pusing, demam, atau sesak napas.

Baca Juga :  BIZAM Tuntaskan 5.862 Jemaah Haji, OTP Penerbangan Capai 100 Persen

Peringatan khusus juga ditujukan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta atau risiko tinggi. Mereka diminta rutin berkoordinasi dengan ketua regu, ketua rombongan, hingga petugas kesehatan.

“Jangan menunggu kondisi memburuk. Segera laporkan jika mengalami kendala kesehatan,” tegas petugas.

Di sisi lain, pemerintah turut mengingatkan jemaah gelombang kedua agar memperhatikan ketentuan ihram sejak masih berada di embarkasi di Indonesia.

Hal itu penting karena jemaah gelombang kedua akan langsung menuju Makkah melalui Jeddah, sehingga wajib sudah dalam keadaan ihram sebelum melewati miqat.

Petugas meminta jemaah memastikan kain ihram telah dikenakan dengan benar dan niat ihram dilakukan sesuai arahan pembimbing ibadah maupun petugas kloter.

Baca Juga :  CJH Bima Kloter 4 Masuk Asrama Haji, Tertua Usia 95 Tahun

Selain itu, jemaah juga diimbau memahami kembali berbagai larangan ihram selama perjalanan menuju Makkah.

Pemerintah menegaskan layanan kesehatan haji Indonesia masih berjalan optimal melalui pemantauan aktif di hotel, sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), hingga fasilitas kesehatan rujukan.

Meski demikian, keberhasilan menjaga kesehatan tetap bergantung pada disiplin masing-masing jemaah dalam mengenali kondisi tubuhnya sendiri.

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan pelayanan di Tanah Air maupun Arab Saudi.

“Jaga kesehatan, hemat tenaga, ikuti arahan petugas, dan bagi jemaah gelombang kedua pastikan ketentuan ihram dipahami dengan benar,” tutup petugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *