Mataram, Jurnalekbis.com – Pulau Lombok menawarkan berbagai destinasi wisata yang memanjakan mata, mulai dari Mandalika, Bukit Merese, Pantai Pink, Sekotong, hingga kawasan pegunungan Sembalun. Namun, sebelum menikmati keindahan perjalanan, pengendara perlu memahami bahwa keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kondisi sepeda motor, tetapi juga oleh kesiapan fisik dan perencanaan perjalanan yang matang.
Banyak pengendara terlalu fokus mencapai tujuan hingga lupa mempersiapkan kondisi tubuh dan memperhatikan faktor eksternal seperti cuaca maupun karakteristik jalur yang akan dilalui. Padahal, kedua hal tersebut memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan berkendara.
1. Rencanakan Perjalanan Sebelum Berangkat
Sebelum memulai touring, luangkan waktu untuk menyusun rencana perjalanan. Ketahui jarak tempuh, estimasi waktu perjalanan, titik istirahat, lokasi SPBU, hingga alternatif jalur jika terjadi hambatan di perjalanan.
Dengan perencanaan yang baik, pengendara dapat menghindari rasa terburu-buru yang sering menjadi penyebab berkendara secara agresif dan tidak terkendali.
2. Perhatikan Kondisi Cuaca di Jalur yang Akan Dilewati
Cuaca merupakan faktor yang sering diabaikan pengendara. Sebelum berangkat, pastikan untuk mengecek prakiraan cuaca pada daerah tujuan maupun jalur yang akan dilalui.
Beberapa wilayah di Lombok seperti Sembalun, Pusuk, atau kawasan pesisir memiliki karakter cuaca yang dapat berubah dengan cepat. Hujan, kabut, atau angin kencang dapat mengurangi jarak pandang serta menurunkan daya cengkeram ban terhadap jalan.
Jika cuaca tidak mendukung, sebaiknya kurangi kecepatan, nyalakan lampu utama, tingkatkan jarak aman, dan hindari manuver mendadak.
3. Pastikan Tubuh dalam Kondisi Prima
Jangan memaksakan touring ketika sedang kurang tidur, sakit, atau kelelahan. Idealnya pengendara mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh agar konsentrasi tetap terjaga selama berkendara.
4. Terapkan Istirahat Berkala
Gunakan prinsip 2 Jam Berkendara, 15 Menit Beristirahat. Berhenti sejenak untuk melakukan peregangan, minum air putih, dan memulihkan fokus sebelum melanjutkan perjalanan.
5. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
Perjalanan jauh di bawah cuaca panas dapat menyebabkan dehidrasi yang berdampak pada konsentrasi dan refleks pengendara. Jangan menunggu haus untuk minum dan pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
6. Gunakan Riding Gear yang Lengkap
Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu dapat membantu melindungi tubuh dari cuaca, debu, maupun risiko cedera saat terjadi hal yang tidak diinginkan.
7. Kenali Batas Kemampuan Diri
Jika mulai merasa lelah, mengantuk, atau kehilangan fokus, segera cari tempat yang aman untuk beristirahat. Jangan pernah memaksakan perjalanan hanya karena ingin cepat sampai tujuan.
Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, mengingatkan bahwa touring yang aman selalu diawali dengan persiapan yang baik.
“Banyak pengendara sudah mempersiapkan motornya dengan baik, tetapi lupa mempersiapkan diri sendiri. Padahal kondisi tubuh, perencanaan perjalanan, dan informasi cuaca memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan. Sebelum berangkat, pastikan kita tahu rute yang akan dilalui, kondisi cuaca di sepanjang perjalanan, serta kapan harus beristirahat. Dengan begitu perjalanan akan lebih aman dan menyenangkan,” jelasnya.
Melalui kampanye “Jago Cari Aman Biar Happy”, Astra Motor NTB mengajak seluruh pengendara untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama saat melakukan perjalanan wisata.
Ingat, destinasi wisata bisa menunggu, tetapi keselamatan tidak bisa ditunda. Rencanakan perjalanan, cek cuaca, jaga kondisi tubuh, dan selalu #Cari_Aman agar touring tetap happy sampai tujuan.














