Wisatawan Jerman Terluka Saat Bersihkan Puing Kebakaran Sade

Wisatawan Jerman Terluka Saat Bersihkan Puing Kebakaran Sade

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com  — Pemulihan Kampung Adat Sasak Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai dilakukan setelah kebakaran melanda kawasan tersebut. Pembersihan puing menjadi tahap awal sebelum pemerintah menentukan konsep rekonstruksi permukiman adat yang telah dihuni masyarakat secara turun-temurun.

Aksi gotong royong melibatkan aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, masyarakat, hingga wisatawan asing. Mereka mengangkut sisa material bangunan dan membersihkan kawasan yang terdampak kebakaran.

Salah satu yang ikut turun langsung adalah Andreas Grossmann, wisatawan asal Jerman yang sedang berlibur di Lombok. Andreas bahkan mengalami luka di kaki setelah terkena pecahan kaca ketika membantu mengangkut material sisa kebakaran.

“Saya mendengar bahwa kebakaran telah menghanguskan seluruh desa. Saya sedang berlibur di sini, tetapi merasa harus membantu orang lain,” kata Andreas, Rabu (26/8).

Andreas mengaku telah berada di Lombok selama sekitar empat minggu. Ia masih akan tinggal hingga jadwal penerbangan kembali pada 24 September mendatang.

“Saya ingin melakukan sesuatu untuk kalian,” ujarnya.

Terluka Saat Angkut Pecahan Kaca

Saat mengikuti proses pembersihan, Andreas membawa tas berisi pecahan kaca dari lokasi terdampak. Namun, material tersebut melukai bagian kakinya.

Baca Juga :  Penemuan Mayat di Sungai Remeneng Narmada Gegerkan Warga, Korban Tanpa Identitas

“Tas pertama yang kami bawa ke bawah penuh dengan pecahan kaca. Kami salah membawanya sehingga kaki saya terluka,” katanya.

Cedera tersebut tidak membuat Andreas berhenti membantu. Ia tetap berada di lokasi dan ikut dalam kegiatan pembersihan bersama unsur pemerintah, TNI, Polri, serta warga.

Bagi Andreas, keterlibatannya merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Ia juga meminta warga Sade tetap kuat dan menjaga kebersamaan selama proses pemulihan berlangsung.

“Tetaplah kuat. Kalian harus bekerja sama dan tetap kuat bersama. Jika saling membantu, semuanya akan kembali baik,” tuturnya.

Kehadiran wisatawan asing dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa proses pemulihan Sade mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk orang-orang yang berada di Lombok sebagai wisatawan.

Pemkab Lombok Tengah Siapkan Rekonstruksi

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan pembersihan kawasan merupakan bagian dari sinergi pemerintah daerah bersama TNI dan Polri. Seluruh unsur terkait dikerahkan untuk mempercepat penanganan setelah bencana.

“Ini bentuk sinergitas, kolaborasi di antara kami yang ada di Kabupaten Lombok Tengah. Semua dinas, badan, kantor, kemudian Polri seluruh jajarannya, lalu TNI juga,” kata Pathul.

Baca Juga :  Program Makan Ikan Gratis Dorong Konsumsi Ikan di NTB

Namun, pemerintah belum menetapkan bentuk pembangunan kembali Kampung Adat Sasak Sade. Menurut Pathul, rekonstruksi harus dibahas secara hati-hati karena kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga memiliki nilai budaya dan sejarah bagi masyarakat Sasak.

Pemkab Lombok Tengah juga telah menerima sejumlah pejabat dari Kementerian Sosial untuk membahas tahapan pemulihan.

Salah satu hal yang masih menjadi pembahasan adalah penggunaan atap alang-alang atau ilalang yang selama ini menjadi karakter rumah adat Sade.

“Kalau masyarakat ingin kembali ke ilalang, tentu kita harus diskusikan. Kita tidak bisa sembarangan mengubahnya,” ujar Pathul.

Pemerintah berencana melibatkan masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD). Forum tersebut akan digunakan untuk membahas desain dan konsep rekonstruksi sehingga pembangunan kembali tetap mempertahankan karakter adat, sekaligus memperhatikan kebutuhan warga.

Ilalang Dipertimbangkan, Proteksi Kebakaran Diperkuat

Penggunaan atap ilalang masih memungkinkan dipertahankan apabila menjadi pilihan masyarakat. Namun, pemerintah menilai aspek keselamatan harus diperkuat.

Salah satunya berkaitan dengan akses kendaraan pemadam kebakaran. Jalan di sekitar kawasan adat kemungkinan akan ditata dan diperlebar agar mobil pemadam dapat mencapai lokasi dengan lebih mudah ketika terjadi keadaan darurat.

Selain akses, pemerintah juga akan mempertimbangkan penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) serta sistem distribusi air.

Baca Juga :  ITDC Gandeng Basarnas, Tingkatkan Keamanan dan Kesiapsiagaan di Kawasan The Mandalika

“Kalaupun menggunakan ilalang, tentu harus kita pikirkan aparnya, kemudian distribusi air manakala terjadi hal yang tidak kita inginkan,” kata Pathul.

Edukasi warga juga masuk dalam rencana pemulihan. Masyarakat akan diberikan pelatihan mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran agar dapat melakukan tindakan awal sebelum bantuan pemadam tiba.

“Edukasi itu penting sekali. Kita akan latih masyarakatnya nanti,” ujarnya.

Bagi Kampung Adat Sasak Sade, pembersihan puing bukan sekadar mengembalikan kondisi kawasan. Tahapan tersebut menjadi awal untuk menata kembali kehidupan masyarakat sekaligus menjaga identitas adat yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Di tengah proses itu, keterlibatan ASN, TNI, Polri, masyarakat, hingga Andreas yang mengalami luka saat membantu menunjukkan bahwa pemulihan Sade kini menjadi kerja bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *