MIM Foundation Siap Bangun Kembali Masjid di Desa Adat Sade, Dorong Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal

MIM Foundation Siap Bangun Kembali Masjid di Desa Adat Sade, Dorong Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com — MIM Foundation menyatakan kesiapannya mengambil bagian dalam pembangunan kembali masjid di Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terdampak kebakaran.

Ketua MIM Foundation, M. Romi Saefudin, mengatakan pembangunan masjid akan dilakukan setelah rancangan rekonstruksi selesai disiapkan bersama pemerintah daerah dan sejumlah pihak yang terlibat dalam penanganan pascakebakaran.

Menurut Romi, MIM Foundation sebelumnya telah turun memberikan dukungan kepada warga terdampak melalui bantuan logistik dan makanan siap saji. Dukungan tersebut dilakukan bersama mitra dan para donatur yang turut menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Desa Sade.

“Insya Allah MIM Foundation bersama donaturnya diamanahkan untuk membangun masjid yang ada di Desa Sade ini,” kata Romi, Rabu (26/8).

Ia menjelaskan, rencana pembangunan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dengan pemerintah daerah. Konsep rekonstruksi saat ini masih dalam tahap persiapan desain, dengan melibatkan unsur akademisi.

Informasi yang diterima MIM Foundation, Universitas Mataram (Unram) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) turut terlibat dalam proses perancangan rekonstruksi kawasan terdampak, termasuk masjid.

Baca Juga :  Maju DPR RI Dapil NTB 2, BDRG Siap Suarakan Persoalan PMI Hingga Petani

Romi menegaskan pembangunan kembali tidak diarahkan untuk menghilangkan karakter asli Desa Adat Sade. Konsep arsitektur dan suasana adat yang selama ini menjadi identitas kawasan tersebut akan tetap dipertahankan.

“Konsep awalnya tidak mengubah. Suasana adat yang sudah dibangun di desa ini,” ujarnya.

Menurut dia, kajian dari perguruan tinggi diperlukan agar proses rekonstruksi tidak sekadar membangun kembali bangunan yang rusak, tetapi juga mempertimbangkan karakter lingkungan serta nilai kearifan lokal yang telah melekat di Desa Sade.

Bantuan Tak Hanya Pembangunan Masjid

Selain komitmen pembangunan masjid, MIM Foundation juga telah menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak kebakaran.

Romi menyebut pihaknya ikut bergerak di posko utama dengan mendistribusikan logistik. MIM Foundation juga menyiapkan makanan siap saji bagi warga dan relawan yang berada di lokasi.

Langkah tersebut dilakukan karena kebutuhan korban bencana tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal dan bangunan yang rusak. Asupan makanan dan kebutuhan dasar juga menjadi perhatian selama masa pemulihan.

“Kita kemarin ada pembagian logistik di posko utama, terus kemarin juga makanan siap saji,” katanya.

Baca Juga :  Warga Sade Mengais Sisa Harta di Tengah Puing Kebakaran

Romi mengatakan semangat gotong royong masyarakat dalam membantu korban sudah terlihat. Namun, menurut dia, kebutuhan nutrisi bagi warga dan orang-orang yang terlibat dalam penanganan bencana juga perlu diperhatikan.

Karena itu, penyediaan makanan siap saji menjadi salah satu bentuk dukungan yang diberikan MIM Foundation selama masa tanggap dan pemulihan.

Dorong Mitigasi Bencana Sejak Awal

Romi melihat kebakaran di Desa Adat Sade sebagai momentum untuk mengevaluasi aspek keselamatan kawasan tanpa menghilangkan karakter tradisionalnya.

Ia berharap proses rekonstruksi ke depan tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik, tetapi sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana.

Menurutnya, sejumlah langkah sederhana dapat dipertimbangkan untuk mengurangi risiko apabila terjadi kebakaran kembali. Salah satunya menyediakan alat pemadam api ringan atau APAR di sejumlah titik yang mudah dijangkau.

Aspek instalasi listrik juga dinilai perlu mendapat perhatian dalam proses pembangunan kembali. Evaluasi terhadap sumber air dan potensi lingkungan lainnya juga penting sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Mitigasi bencana itu di awal. Dan itu mitigasi bencana dengan kearifan lokal mungkin ya, kalau memang tidak bisa modern,” tutur Romi.

Baca Juga :  Perempuan Pengusaha, Pilar Penting dalam Pemulihan Ekonomi dan Pemberdayaan Politik

Ia menilai pendekatan mitigasi tidak harus selalu menghilangkan unsur tradisional. Teknologi keselamatan dapat disesuaikan dengan karakter bangunan dan lingkungan Desa Adat Sade.

Dengan pendekatan tersebut, rekonstruksi diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi bangunan yang terdampak, tetapi juga membuat kawasan lebih siap menghadapi potensi bencana pada masa mendatang.

Bagi MIM Foundation, pembangunan kembali masjid menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap pemulihan masyarakat. Namun, proses tersebut tetap perlu berjalan bersama perencanaan yang matang agar identitas budaya Desa Adat Sade tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *