Mataram, Jurnaekbis.com— Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) perdana yang dirangkai dengan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada September 2026.
Sebanyak 54 wartawan dijadwalkan mengikuti UKW yang berlangsung selama dua hari, 11–12 September 2026. Mereka akan diuji dalam tiga jenjang kompetensi, yakni 18 peserta jenjang Muda, 24 Madya, dan 12 Utama.
Sebelum memasuki tahapan uji kompetensi, peserta akan mengikuti OKK pada Kamis, 10 September 2026 mulai pukul 08.00 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah.
Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin mengatakan OKK bukan sekadar kegiatan pelengkap sebelum UKW. Pembekalan tersebut berkaitan dengan penguatan kompetensi, integritas, sekaligus tertib administrasi dalam organisasi kewartawanan.
“Sertifikat OKK menjadi syarat mutlak untuk mengikuti seluruh agenda PWI Pusat, mulai dari Porwanas (Pekan Olahraga Wartawan Nasional), reaktivasi kartu anggota, hingga proses naik jenjang keanggotaan,” ujar Ahmad Ikliluddin.
Pelaksanaan OKK tersebut merupakan tindak lanjut instruksi PWI Pusat mengenai kewajiban pembekalan bagi pengurus organisasi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Pesertanya tidak hanya berasal dari kalangan wartawan yang akan menjalani UKW. Program ini juga menyasar pengurus PWI Provinsi NTB serta pengurus PWI Kabupaten/Kota se-NTB.
Bagi PWI NTB, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi organisasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pers di daerah.
Sementara UKW akan menjadi tahapan untuk mengukur kemampuan wartawan berdasarkan jenjang kompetensi yang diikuti. Pengujian mencakup kapasitas profesional wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai standar yang berlaku.
Dengan komposisi 54 peserta, pelaksanaan UKW kali ini menjadi salah satu agenda penting PWI NTB dalam mendorong peningkatan kualitas wartawan di Nusa Tenggara Barat.
Rangkaian OKK dan UKW juga menempatkan dua aspek yang saling berkaitan: kemampuan jurnalistik dan kedisiplinan organisasi.
PWI NTB menargetkan kegiatan tersebut tidak berhenti pada perolehan sertifikat. Wartawan diharapkan memiliki kemampuan teknis yang memadai, memahami Kode Etik Jurnalistik, menjaga integritas dalam menjalankan profesi, serta memenuhi ketentuan administrasi keanggotaan organisasi.
Agenda September ini sekaligus menjadi langkah PWI NTB memperkuat profesionalisme pers dari sisi kompetensi maupun keorganisasian.













