Miq Iqbal: Jangan Korbankan Kepentingan Orang Banyak

Miq Iqbal: Jangan Korbankan Kepentingan Orang Banyak

Mataram, Jurnalekbis.com— Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal turun langsung ke Simpang Empat Rembiga, Kota Mataram, Senin (31/8), menyikapi persoalan kemacetan yang telah berlangsung bertahun-tahun di kawasan tersebut.

Miq Iqbal, sapaan Lalu Muhamad Iqbal, menilai penggunaan water barrier menjadi salah satu solusi paling efektif yang telah diterapkan untuk mengurai kepadatan arus kendaraan di titik tersebut.

Ia juga menyayangkan adanya tindakan sejumlah orang yang membongkar water barrier yang dipasang Pemerintah Kota Mataram.

Menurutnya, penataan tersebut dilakukan setelah pemerintah menerima banyak pengaduan masyarakat terkait kemacetan di Simpang Rembiga.

“Kita menyampaikan keprihatinan. Saya berkomunikasi dengan Pak Wali, kemudian Dishub juga berkomunikasi. Kita kaget dan prihatin sekali bahwa kemarin ada yang membongkar ini, beberapa orang,” kata Miq Iqbal saat berada di lokasi.

Baca Juga :  Indra Jaya Usman, Memperluas Ladang Pengabdian

Gubernur mengatakan persoalan kemacetan di Rembiga bukan masalah baru. Keluhan masyarakat, kata dia, telah berlangsung selama bertahun-tahun dan berdampak langsung terhadap aktivitas warga.

Kemacetan membuat pelajar terlambat masuk sekolah hingga pekerja datang tidak tepat waktu ke tempat kerja.

“Padahal ini dilakukan Pak Wali itu kan karena ada pengaduan, komplain yang sudah bertahun-tahun usianya mengenai kemacetan di daerah sini,” ujarnya.

Miq Iqbal menegaskan pemerintah daerah telah mencoba berbagai alternatif untuk mencari solusi. Dari sejumlah opsi yang diterapkan, penataan menggunakan water barrier dinilai memberikan hasil paling efektif dalam mengatur pergerakan kendaraan.

“Pak Wali sudah mencoba mencari alternatif-alternatif, berbagai cara dicoba, inilah yang paling efektif,” katanya.

Karena itu, ia meminta persoalan tersebut tidak dilihat hanya dari kepentingan kelompok atau segelintir orang yang merasa terganggu dengan penataan jalan.

Baca Juga :  LIDI Foundation & Fiona Foundation Resmikan Bengkel Produksi Kursi Roda di NTB

Miq Iqbal mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang lebih luas.

“Janganlah kepentingan satu dua orang, segelintir orang itu mengalahkan kepentingan orang yang lebih banyak,” tegasnya.

Ia menyarankan warga yang merasa terdampak agar menyampaikan persoalannya melalui perangkat lingkungan maupun pemerintah kelurahan sehingga dapat dicari jalan keluar tanpa mengganggu kepentingan pengguna jalan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Miq Iqbal bersama Wali Kota Mataram turut melihat langsung kondisi kawasan Rembiga dan berdialog dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.

Dari komunikasi tersebut, ia menyebut keberadaan water barrier justru memberikan ruang yang lebih nyaman bagi pelaku UMKM maupun masyarakat yang berhenti di kawasan tersebut.

“Kita tanya sama teman-teman UMKM. Teman-teman UMKM oke. Dengan kondisi ini mereka juga lebih nyaman karena mereka yang berhenti bisa langsung parkir di sini,” ujarnya.

Baca Juga :  SIM C1 Telah Diberlakukan: Wajibkah Bagi Pengguna Motor 250cc-500cc?

Pemerintah kini diharapkan dapat mempertahankan penataan yang dinilai efektif tersebut sembari tetap membuka ruang komunikasi bagi warga yang memiliki keberatan.

Persoalan kemacetan Rembiga pun tidak hanya menyangkut kelancaran lalu lintas, tetapi juga aktivitas pendidikan, pekerjaan, perdagangan, serta mobilitas masyarakat setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *