Mataram, Jurnalekbis.com — Aksi sekelompok remaja yang membuat keributan di wilayah Pagutan, Kota Mataram, nyaris memicu bentrokan dengan warga. Sejumlah warga yang merasa resah bahkan keluar rumah dan hendak mencari kelompok remaja tersebut dengan membawa senjata tajam.
Situasi akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas patroli datang ke lokasi dan menghalau warga. Polisi kemudian mengejar kelompok remaja yang berusaha melarikan diri.
Dalam pengejaran tersebut, petugas mengamankan tiga remaja. Mereka langsung dibawa ke Polresta Mataram untuk menjalani pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa itu bermula ketika sekelompok remaja diduga membuat keributan hingga mengganggu ketenangan warga di kawasan Pagutan. Laporan mengenai gangguan tersebut masuk melalui layanan darurat kepolisian 110.
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Mataram bersama personel Satintel, Pamapta dan Samapta langsung bergerak melakukan pengecekan.
Petugas kemudian menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan kelompok remaja tersebut. Polisi juga menutup sejumlah jalur untuk mempersempit ruang gerak mereka.
Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan patroli rutin terus dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama pada malam hingga menjelang pagi.
“Kami dari jajaran Satreskrim, Satintel, bersama Pamapta dan Samapta melaksanakan kegiatan patroli menyisir titik-titik rawan gangguan kamtibmas,” kata I Made Dharma, Minggu (6/9).
Menurutnya, petugas langsung merespons laporan warga melalui layanan 110. Saat tiba di Pagutan, polisi menemukan adanya peristiwa yang mengganggu situasi keamanan.
Petugas kemudian melakukan pengejaran dan penyekatan di sejumlah lokasi di wilayah Kota Mataram. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah polisi berhasil mengamankan salah seorang remaja untuk dimintai keterangan.
Sementara itu, beberapa remaja lainnya berusaha kabur menggunakan sepeda motor. Mereka langsung tancap gas setelah mengetahui kedatangan petugas.
Namun, pelarian tersebut tidak berlangsung lama. Salah satu sepeda motor yang mereka gunakan mengalami mogok di tengah jalan. Petugas kemudian mengamankan dua remaja lainnya.
Ketiganya dibawa ke Mapolresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami peran masing-masing remaja serta memastikan rangkaian kejadian yang memicu keresahan warga.
I Made Dharma menegaskan patroli akan terus berlangsung setiap hari hingga menjelang subuh sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah hukum Kota Mataram.
“Saat ini kami masih terus melakukan pendalaman dan melaksanakan kegiatan patroli untuk menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Kota Mataram,” ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi perhatian pimpinan kepolisian agar potensi gangguan keamanan dapat ditekan sedini mungkin.
“Kami tetap melaksanakan kegiatan patroli hingga subuh, sehingga semuanya dapat kita minimalisir adanya gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayah hukum Kota Mataram,” kata I Made Dharma.
Polisi kini masih melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut, termasuk memastikan apakah para remaja terlibat dalam aksi lain yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.













