Astra Motor Perkuat UMKM Bengkaung Lewat Desa Sejahtera

Astra Motor Perkuat UMKM Bengkaung Lewat Desa Sejahtera
Astra Motor Perkuat UMKM Bengkaung Lewat Desa Sejahtera

Jurnalekbis – Astra Motor NTB mulai memperkuat pembinaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Program ini menjadi bagian dari langkah awal menjadikan Bengkaung sebagai Desa Sejahtera Astra, dengan pengembangan masyarakat melalui sejumlah bidang yang saling terintegrasi.

Pembinaan kali ini menyasar sekitar 50 pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha. Materinya tidak hanya berisi motivasi, tetapi juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan, strategi pengembangan usaha, pemasaran produk, pengemasan, hingga membuka peluang networking dan kolaborasi.

Admin Finance Manager Astra Motor NTB, Ivan Pratama, mengatakan pelatihan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian pembinaan yang dilakukan Astra di Desa Bengkaung.

“Harapannya nanti dengan adanya acara kali ini, itu bisa menambah kompetensi dan wawasan untuk masyarakat di Desa Bengkaung terkait dengan pelaku UMKM dan juga usahanya mereka sendiri,” kata Ivan.

Menurut dia, Astra memilih Bengkaung karena desa tersebut telah memiliki potensi usaha yang dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah UMKM Madu Trigona yang menjadi salah satu kegiatan awal pembinaan Astra di wilayah tersebut sejak 2020.

Dari pengembangan usaha itu, Astra kemudian melihat peluang untuk memperluas pendampingan ke sektor lain. Program Desa Sejahtera Astra memiliki empat pilar, yakni kesehatan, kewirausahaan, lingkungan, dan pendidikan.

Pembinaan UMKM yang berlangsung kali ini menjadi bagian dari pilar kewirausahaan. Sebelumnya, Astra juga telah melakukan kegiatan di bidang kesehatan melalui pelatihan bagi kader Posyandu.

“Ini pilar kedua, dan nanti pilar ketiga dan pilar keempat kita akan lakukan di tanggal 25 September,” ujar Ivan.

Admin Finance Manager Astra Motor NTB, Ivan Pratama
Admin Finance Manager Astra Motor NTB, Ivan Pratama

Bukan Sekadar Pelatihan

Pelatihan UMKM di Bengkaung juga melibatkan pelaku usaha yang telah berkembang secara mandiri sebagai narasumber. Astra Motor NTB menggandeng Balai Kita untuk membagikan pengalaman sekaligus memberikan gambaran praktis kepada pelaku usaha lokal.

Materi diarahkan pada persoalan yang dihadapi UMKM dalam menjalankan usaha sehari-hari. Mulai dari keberanian memasarkan produk, mengembangkan jaringan, hingga memperbaiki tampilan kemasan agar lebih menarik bagi konsumen.

Ivan menyebut peserta berasal dari berbagai sektor usaha sehingga kebutuhan pengembangannya juga berbeda.

“Agendanya pelatihan kepada UMKM masyarakat setempat di Desa Bengkaung. Kita juga berkolaborasi dengan pihak UMKM yang sudah mandiri,” katanya.

Program tersebut memiliki posisi khusus bagi Astra Motor NTB. Menurut Ivan, Desa Bengkaung menjadi desa pertama yang diinisiasi Astra Motor sebagai Desa Sejahtera Astra di antara wilayah Indonesia yang memiliki main dealer Astra Motor.

Sebelumnya, program Desa Sejahtera Astra juga telah berjalan melalui inisiatif Astra International di sejumlah daerah. Namun, pembinaan Bengkaung menjadi langkah Astra Motor NTB untuk menginisiasi program serupa secara langsung di wilayahnya.

Kepala Desa Bengkaung, H. Faizul Bayani
Kepala Desa Bengkaung, H. Faizul Bayani

Potensi UMKM Bengkaung

Kepala Desa Bengkaung, H. Faizul Bayani, mengatakan wilayahnya memiliki sejumlah potensi ekonomi masyarakat yang selama ini berjalan dengan karakter usaha berbeda.

Madu Trigona menjadi salah satu produk yang cukup dikenal. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan usaha arang berbahan tempurung kelapa.

Menurut Faizul, produksi arang dari Bengkaung memasok kebutuhan sejumlah usaha kuliner, termasuk lesehan di Lombok.

Ada pula warga yang memproduksi katik sate atau tusuk sate. Sentra produksi tersebut berada di Dusun Seraye. Sementara masyarakat di wilayah atas desa mengembangkan produksi gula aren.

“Kalau Bengkaung sebenarnya ada beberapa UKM. Yang menjadi lokus UKM di Bengkaung itu sebenarnya satu, adalah Madu Trigona,” ujar Faizul.

Ia menilai pendampingan dari Astra membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan pengetahuan yang sebelumnya belum banyak mereka akses.

Faizul juga berharap pembinaan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut hingga pengembangan usaha dan pendampingan di lapangan.

Selain sektor UMKM, kontribusi Astra di Bengkaung juga menyentuh bidang lain. Pemerintah desa mencatat dukungan Astra mencakup pendidikan, sanitasi, hingga bantuan untuk kebutuhan masyarakat.

Faizul menyebut nilai dukungan pada tahap awal telah mencapai lebih dari Rp100 juta.

Salah satu bentuk dukungan yang dirasakan masyarakat adalah membantu penyambungan pipa Pamdes yang mengalami kendala. Program lainnya menyasar fasilitas pendidikan tingkat taman kanak-kanak, termasuk sarana bermain dan fasilitas pendukung.

“Peran Astra sehingga betul-betul bisa memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Bengkaung,” kata Faizul.

Ke depan, pemerintah desa berharap program Desa Sejahtera Astra tetap berjalan secara berkelanjutan. Bagi Bengkaung, pembinaan tersebut bukan hanya soal bantuan, tetapi juga peluang memperkuat kemampuan warga dalam mengembangkan potensi ekonomi yang sudah ada.

Dengan potensi madu trigona, arang tempurung kelapa, katik sate, hingga gula aren, Bengkaung kini mendapat tambahan dukungan untuk mengembangkan usaha masyarakat melalui pendekatan yang lebih terarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *