Penonton MotoGP Mandalika Bakal “Disapu” 118 Bus DAMRI

Penonton MotoGP Mandalika Bakal “Disapu” 118 Bus DAMRI
Penonton MotoGP Mandalika Bakal “Disapu” 118 Bus DAMRI
Materi Iklan FINAL 2026

LOMBOK TENGAH — Panitia MotoGP Mandalika 2026 menyiapkan 118 unit shuttle bus untuk memastikan mobilitas penonton berjalan lancar, termasuk saat arus kepulangan memuncak pada hari terakhir balapan. Layanan tersebut melibatkan DAMRI, Dinas Perhubungan NTB, ITDC, MGPA, serta operator transportasi lokal.

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Warokka, mengatakan sektor transportasi menjadi salah satu kunci sukses penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Tahun ini, panitia juga menyiapkan shuttle khusus bagi penyandang disabilitas serta layanan konektivitas dari kawasan Gili hingga malam hari.

“Kita pastikan isu-isu mengenai konektivitas, mengenai penjemputan dan segala macamnya itu kita cover, kita support,” kata Troy.

Menurutnya, jumlah penonton tahun ini berpotensi meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Kehadiran pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, serta deretan artis yang tampil selama rangkaian MotoGP menjadi salah satu faktor yang mendorong antusiasme penonton.

Lonjakan penonton tersebut, kata Troy, ikut memengaruhi kebutuhan transportasi. Panitia tidak hanya menyiapkan kendaraan untuk mengangkut penonton menuju sirkuit, tetapi juga memastikan tidak ada penonton yang tertinggal setelah acara berakhir.

“Bilamana ada penonton yang tersisa di sirkuit, tidak ada alasan tidak terangkut. Tapi penonton juga harus paham bahwa penjemputannya di jam yang sudah ditentukan,” ujarnya.

DAMRI Siapkan 118 Unit

General Manager Perum DAMRI Cabang Mataram, Zuryani, mengatakan pihaknya menyiapkan 118 unit kendaraan untuk layanan shuttle di dalam kawasan sirkuit. Armada tersebut terdiri atas medium bus, HiAce, dan big bus.

DAMRI juga menambah satu unit bus khusus disabilitas yang akan bergerak menuju sejumlah gate untuk membantu penonton berkebutuhan khusus.

“Kami menyediakan bus disabilitas satu unit yang nanti mobile ke semua gate untuk penonton yang berkebutuhan khusus,” kata Zuryani.

DAMRI juga menyiapkan big bus sebagai kendaraan terakhir atau “tim sapu bersih”. Armada ini bertugas mengangkut penonton yang masih tersisa setelah mayoritas penonton meninggalkan kawasan sirkuit.

Untuk menghindari penonton kebingungan, DAMRI menempatkan petugas di setiap gate. Setiap unit bus juga memiliki liaison officer (LO) yang membantu memberikan informasi kepada penumpang, termasuk terkait titik turun dan rute perjalanan.

Materi Iklan FINAL 2026

Pada hari terakhir, seluruh tim akan berkonsentrasi di Hub Timur sebagai titik pemulangan. Strategi ini bertujuan mempercepat pergerakan penonton sekaligus memastikan tidak ada rombongan yang tertinggal.

Troy menegaskan skema tersebut merupakan hasil evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya. Menurut dia, keberhasilan transportasi MotoGP tidak bisa hanya mengandalkan panitia, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah, BUMN, operator transportasi lokal, TNI, Polri, Basarnas, hingga masyarakat.

“Ini bukan kerja OC, bukan ITDC, MGPA, tapi kerja bareng dari semua elemen,” tegas Troy.

Panitia juga mendorong keterlibatan Organda dan transportasi lokal agar ekosistem angkutan di sekitar Mandalika ikut bergerak. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat transportasi MotoGP Mandalika 2026 lebih tertata sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi penonton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *