Jurnalekbis.com – Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani memastikan harga kebutuhan pokok di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), relatif stabil dan stok pangan tersedia. Kepastian tersebut disampaikan setelah ia meninjau harga sejumlah komoditas di Pasar Tradisional Kebon Roek, Mataram, Minggu (11/10/2026).
Dalam peninjauan itu, Ahmad Rizal turut memantau harga daging sapi, daging ayam, bawang, cabai, dan minyak goreng Minyakita. Anggota Satuan Tugas (Satgas) Pangan dari Kepolisian Daerah NTB juga mengikuti kegiatan tersebut untuk memantau kondisi pasar dan ketersediaan bahan pokok.
Ahmad Rizal mengatakan Pasar Kebon Roek menjadi salah satu pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Data harga dari pasar tersebut menjadi salah satu acuan untuk memantau perkembangan harga pangan di wilayah Kota Mataram.
“Hari ini tadi kita sudah meninjau harga sembako, khususnya di Pasar Kebon Roek di Kota Mataram. Kebon Roek ini adalah pasar SP2KP, pasar pencatatan oleh BPS untuk melihat standarisasi harga pangan di wilayah Kota Mataram,” katanya.
Harga Daging dan Cabai Menjadi Perhatian
Dari hasil pemantauan, Ahmad Rizal menyebut harga daging sapi berada pada kisaran tertinggi Rp150.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam mencapai sekitar Rp38.000 per kilogram.
Harga bawang berada di kisaran Rp30.000-an per kilogram. Adapun cabai, terutama cabai keriting dan cabai rawit, menjadi komoditas yang mendapat perhatian karena harganya relatif lebih tinggi.
Ia menilai permintaan cabai di Lombok turut memengaruhi pergerakan harga komoditas tersebut. Masyarakat setempat dikenal memiliki kebiasaan mengonsumsi cabai dalam berbagai hidangan.
Meski terdapat sejumlah komoditas dengan harga relatif tinggi, Ahmad Rizal menilai kondisi harga kebutuhan pokok di Mataram secara umum masih terkendali.
“Namun pada prinsipnya, secara umum harga stabil di Mataram ini,” ujarnya.
Menurut dia, pemantauan pasar tidak hanya bertujuan mengetahui perkembangan harga, tetapi juga memastikan ketersediaan barang agar masyarakat tidak khawatir menghadapi kelangkaan bahan pokok.
Bulog Pantau Ketersediaan Minyakita
Selain memeriksa harga pangan, Ahmad Rizal turut mengecek ketersediaan minyak goreng Minyakita di sejumlah kios Pasar Kebon Roek.
Ia mengatakan Minyakita tersedia di hampir seluruh kios yang dipantau. Namun, distribusi minyak goreng bersubsidi tersebut memiliki mekanisme penyaluran dan batas alokasi untuk setiap kios.
“Memang distribusinya karena Minyakita itu minyak subsidi, jadi pendistribusiannya seminggu satu kali. Satu kios maksimum adalah 30 pack,” katanya.
Ahmad Rizal menjelaskan alokasi tersebut perlu dibagi secara proporsional agar distribusi minyak goreng dapat menjangkau pedagang dan masyarakat yang membutuhkan.
Ketersediaan Minyakita menjadi salah satu aspek yang dipantau karena minyak goreng merupakan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Kelancaran distribusi diharapkan membantu menjaga pasokan sekaligus mendukung stabilitas harga di tingkat konsumen.
Satgas Pangan Ikut Awasi Kondisi Pasar
Keterlibatan Satgas Pangan Polda NTB dalam peninjauan tersebut menjadi bagian dari pemantauan kondisi harga dan pasokan bahan pokok di pasar tradisional.
Pemeriksaan langsung memungkinkan pihak terkait melihat perkembangan harga sekaligus mengidentifikasi komoditas yang mengalami kenaikan. Pemantauan juga membantu memastikan barang kebutuhan masyarakat tetap tersedia di tingkat pedagang.
Ahmad Rizal menyatakan kondisi pangan di Mataram masih terkendali berdasarkan hasil peninjauan tersebut.
“Namun pada prinsipnya, saya perhatikan di NTB khususnya di Mataram, harga-harga sembako cukup aman, terkendali, dan saya nyatakan tersedia dengan banyak,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Kantor Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menyebutkan stok beras yang tersimpan di Gudang hingga saat ini mencapai 256,023 ton. Terdiri atas beras cadangan pemerintah (CPB) sebanyak 255.905 ton dan beras komersil sebanyak 118 ton.
Selain itu, stok minyak goreng sebanyak 394.522 liter, terdiri atas minyak goreng komersil sebanyak 394.490 liter dan minyak goreng PSO sebanyak 32 liter.
“Bulog NTB juga masih memiliki persediaan gula pasir sebanyak 80 ton, dan jagung sebanyak 18.792 ton,” ucap Mara Kamin Siregar.












