Jurnalekbis.com – MotoGP Mandalika 2026 mencatat rekor jumlah penonton sejak pertama kali digelar pada 2022. Ajang balap dunia yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 itu menarik 157.875 penonton, meningkat 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan kunjungan tersebut turut menggerakkan sektor pariwisata, transportasi, akomodasi, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan keberhasilan MotoGP Mandalika tidak cukup diukur dari kelancaran balapan. Ajang internasional ini juga harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.
“Bagi Bank Indonesia, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak hanya diukur dari kelancaran sebuah ajang internasional, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Hario.
Untuk mendukung aktivitas ekonomi selama MotoGP, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB memperkuat keandalan sistem pembayaran dan mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), termasuk layanan QRIS lintas negara atau cross-border.
BI NTB berkoordinasi dengan penyedia jasa pembayaran, baik perbankan maupun lembaga nonbank, serta penyelenggara kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank. Koordinasi tersebut bertujuan memastikan kesiapan operasional dan kualitas layanan bagi masyarakat maupun wisatawan mancanegara.
Hasil pemantauan BI NTB menunjukkan layanan sistem pembayaran secara umum berjalan baik. Bank Indonesia juga tidak menemukan gangguan signifikan yang menghambat transaksi selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Selain itu, BI NTB bersama Bank Mandiri menghadirkan QRIS Experience di kawasan Sirkuit Mandalika. Selama tiga hari pelaksanaan, fasilitas QRIS cross-border mencatat 200 transaksi.
Layanan tersebut mendukung pembayaran lintas negara bagi pengguna dari negara mitra yang telah terhubung dengan Indonesia, termasuk Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Di sisi lain, BI NTB memanfaatkan momentum MotoGP untuk memperluas pasar produk lokal. Sejumlah UMKM binaan mendapat kesempatan menawarkan produk mereka langsung kepada pengunjung domestik maupun mancanegara di kawasan sirkuit.
Produk yang hadir antara lain kopi Dersi Coffee, bakery Ayam Merangkat dari Desa Wisata Bonjeruk, makanan ringan olahan kacang dan jagung dari Songgajah, produk Rasa Baru, serta kerajinan tangan Bale Rattan.
Menurut BI NTB, produk-produk tersebut mendapat respons positif dan tercatat terjual setiap hari selama penyelenggaraan berlangsung.
BI NTB juga mengedukasi wisatawan dan pelaku usaha mengenai pembayaran digital di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) serta sejumlah lokasi strategis. Langkah ini mencakup interaksi langsung, pemasangan stiker “Lombok Accept International QR Payments”, baliho, dan penyebaran informasi melalui media massa.
Besarnya aktivitas selama MotoGP Mandalika 2026 juga tercermin dari estimasi dampak ekonomi yang disampaikan InJourney. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp5 triliun secara nasional, dengan keterlibatan sekitar 3.000 tenaga kerja lokal dan 600 UMKM dalam ekosistem penyelenggaraan.
Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal, meskipun pemerataan manfaat ekonomi tetap menjadi tantangan agar dampaknya dirasakan lebih luas oleh masyarakat NTB.
Ke depan, BI NTB akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, industri sistem pembayaran, dan pelaku usaha untuk memperluas ekonomi digital serta akses pasar UMKM.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing pariwisata, mendorong transaksi digital, dan menjaga agar momentum MotoGP Mandalika memberikan kontribusi berkelanjutan bagi perekonomian daerah.












