SUMBAWA – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat edukasi keselamatan penggunaan listrik dari PT PLN (Persero). Langkah ini dilakukan untuk mencegah korsleting dan kebakaran yang berpotensi mengganggu aktivitas usaha.
Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tersebut digelar PLN UIW NTB melalui PLN UP3 Sumbawa dan PLN ULP Samawa Rea di Rumah BUMN, Jalan Garuda, Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Dalam kegiatan tersebut, PLN mengingatkan pelaku UMKM agar lebih waspada terhadap berbagai potensi bahaya listrik, terutama saat menggunakan peralatan elektronik untuk menunjang kegiatan produksi dan pelayanan usaha.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan bahaya listrik, pencegahan korsleting, penggunaan peralatan sesuai kapasitas daya, hingga pentingnya memastikan instalasi listrik memenuhi standar keselamatan.
Risiko kelistrikan menjadi perhatian penting bagi pelaku UMKM. Penggunaan sejumlah peralatan elektronik secara bersamaan, sambungan listrik yang tidak sesuai standar, serta instalasi yang kurang terawat dapat memicu korsleting hingga kebakaran.
Karena itu, PLN mengimbau pelaku usaha untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala dan tidak menggunakan perlengkapan kelistrikan yang tidak memenuhi ketentuan teknis.
Manager PLN UP3 Sumbawa, Firman Sulistyawan, mengatakan momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap keselamatan, termasuk di lingkungan tempat usaha.
Menurut Firman, kebiasaan menggunakan listrik secara aman harus dimulai dari hal sederhana, seperti memperhatikan kapasitas peralatan dan memastikan kondisi instalasi tetap layak.
Melalui edukasi langsung, PLN ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya memanfaatkan listrik untuk menunjang produktivitas, tetapi juga memahami risiko yang dapat muncul apabila penggunaannya tidak sesuai standar keselamatan.
Salah satu peserta UMKM mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan bermanfaat karena membantu pelaku usaha mengenali potensi bahaya listrik sekaligus memahami langkah pencegahannya.
Peserta berharap sosialisasi serupa dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pelaku UMKM memiliki pengetahuan tentang keselamatan ketenagalistrikan.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menegaskan keselamatan ketenagalistrikan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, tanggung jawab PLN tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang andal, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan energi secara aman.
“PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai penggunaan listrik secara aman. Kami berharap edukasi seperti ini dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM, sehingga mereka dapat menjalankan usahanya dengan lebih tenang, produktif, dan terhindar dari risiko kelistrikan,” ujar Yondri.
Ia menambahkan, edukasi tersebut merupakan bagian dari konsep Beyond kWh, yakni kontribusi PLN yang tidak sebatas menyediakan energi listrik, tetapi juga menghadirkan manfaat melalui pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap pelaku UMKM di Sumbawa semakin memahami pentingnya keselamatan listrik sebagai bagian dari keberlangsungan usaha. Sebab, di balik aktivitas ekonomi yang terus bergerak, keamanan instalasi listrik menjadi salah satu hal mendasar yang tidak boleh diabaikan.












