BeritaNews

Curah Hujan di NTB April 2024: Masih Ada Potensi Hujan Lebat di Awal Musim Kemarau

×

Curah Hujan di NTB April 2024: Masih Ada Potensi Hujan Lebat di Awal Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini

JE-Mataram, NTB – BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan bahwa secara umum curah hujan di NTB pada dasarian II April 2024 tergolong rendah hingga menengah, dengan sebagian kecil wilayah mengalami hujan tinggi.

“Curah hujan tertinggi tercatat di pos hujan Santong, Lombok Utara, sebesar 310 mm/dasarian,” ujar Forecaster BMKG Stasiun Klimatologi NTB Yuhanna Maurits.

Meskipun memasuki awal musim kemarau, BMKG memprediksikan masih terdapat potensi hujan lebat di NTB pada dasarian III April 2024 (21-30 April 2024). Hujan dengan intensitas lebih dari 20 mm/dasarian diprediksikan terjadi di hampir seluruh wilayah NTB, dengan potensi hujan lebat (>50 mm/dasarian) di sebagian Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Bima, dan Dompu.

Baca Juga :  Gelar Pelatihan, Rumah BUMN PLN Dorong UMKM di Sumbawa Naik Kelas

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor, yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan bersifat lokal,” jelas Yuhanna.

Di samping itu, masyarakat dihimbau untuk memanfaatkan musim hujan ini untuk mengisi penampungan air seperti embung, waduk, atau penampungan air hujan lainnya.

Berikut beberapa poin penting dari rilis BMKG:

Curah hujan di NTB pada dasarian II April 2024 umumnya rendah hingga menengah, dengan sebagian kecil wilayah mengalami hujan tinggi.

Curah hujan tertinggi tercatat di pos hujan Santong, Lombok Utara, sebesar 310 mm/dasarian.

Masih terdapat potensi hujan lebat di NTB pada dasarian III April 2024, terutama di sebagian wilayah Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Bima, dan Dompu.

Baca Juga :  Terpeleset di Rinjani, Pendaki Asal Belgia Dievakuasi Pakai Tandu

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi dan memanfaatkan musim hujan untuk mengisi penampungan air.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *