“Pada awal balapan saya merasa baik, lalu setelah tiga-empat putaran ban depan jatuh besar dan dari situ saya banyak berjuang,” ungkap Quartararo. “Hal yang sama terjadi pada yang lain jadi saya berpikir untuk menyerang, tetapi begitu saya mengikuti jejak ke Pecco saya keluar dari itu.”
Quartararo menjelaskan bahwa dia harus terus-menerus menjaga jarak dengan pembalap di depannya karena kondisi ban yang tidak ideal. Hal ini membuatnya frustrasi dan kehilangan peluang untuk meraih hasil yang lebih baik.
“Setiap kali saya mendekat saya harus mengambil sedikit jarak dan seperti itu, baik atau buruk, seluruh balapan,” kata Quartararo. “Saya sedikit sedih bahwa ini adalah balapan sprint juara 4, tetapi berjalan seperti ini.”
Quartararo juga mengakui bahwa start dari posisi ketujuh membuatnya semakin sulit untuk bersaing di barisan depan. Dia berharap kondisi fisiknya yang kurang prima dan posisi start yang lebih baik dapat membantunya meraih hasil yang lebih baik di balapan utama MotoGP Belanda yang akan berlangsung besok.
“Tentu saja posisi awal yang lebih baik akan membantu, tetapi harus dikatakan bahwa saya masih sakit pagi ini dan perlu beberapa saat untuk mengejar ketinggalan,” ujar Quartararo. “Besok lomba 30 putaran dan suhu harus sedikit lebih rendah, semoga ini bisa membuat balapan yang lebih baik.”
Quartararo saat ini berada di peringkat kedua klasemen pembalap MotoGP dengan 122 poin, tertinggal 9 poin dari Francesco Bagnaia yang memimpin klasemen. Balapan utama MotoGP Belanda akan menjadi kesempatan penting bagi Quartararo untuk memperkecil jarak dengan Bagnaia dan kembali ke jalur perebutan gelar juara dunia.














