News

Bencana Banjir dan Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bima

×

Bencana Banjir dan Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bima

Sebarkan artikel ini
Bencana Banjir dan Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bima
Bencana Banjir dan Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bima

Bima, Jurnalekbis.com– Cuaca ekstrem dan banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bima pada Rabu, 01 Januari 2024. Hujan deras dengan intensitas tinggi sejak pukul 12.00 hingga 16.00 WITA menyebabkan sejumlah desa terendam air, pohon tumbang, dan aktivitas masyarakat terganggu. Berikut laporan awal yang dirilis pada pukul 21.30 WITA.

Wilayah Terdampak dan Dampak Bencana

Banjir dan cuaca ekstrem terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Bima, yaitu Kecamatan Palibelo, Kecamatan Belo, dan Kecamatan Sanggar. Berikut adalah dampak yang tercatat:

  1. Kecamatan Palibelo
  • Desa Panda: Cuaca ekstrem menyebabkan pohon tumbang, mengganggu arus lalu lintas.
  • Desa Teke:
    • 20 Kepala Keluarga (65 jiwa) terdampak.
    • 20 unit rumah terendam.
  • Desa Belo:
    • 309 Kepala Keluarga (969 jiwa) terdampak.
    • 309 unit rumah terendam.
  1. Kecamatan Belo
  • Desa Cenggu:
    • 150 Kepala Keluarga (447 jiwa) terdampak.
    • 150 unit rumah terendam.
  1. Kecamatan Sanggar
  • Desa Kore:
    • 455 Kepala Keluarga (1.435 jiwa) terdampak.
    • 455 unit rumah terendam.
  • Desa Sandue:
    • 61 Kepala Keluarga (191 jiwa) terdampak.
    • 61 unit rumah terendam.
  • Desa Taloko:
    • 325 Kepala Keluarga (982 jiwa) terdampak.
    • 325 unit rumah terendam.
Baca Juga :  Sirkuit Mandalika Pererat Silaturahmi dengan Buka Puasa Bersama Warga Sekitar

Penyebab Kejadian

Banjir disebabkan oleh tingginya curah hujan yang melanda wilayah Kabupaten Bima dan sekitarnya. Derasnya aliran air dari pegunungan memperburuk situasi, mengakibatkan meluapnya air di pemukiman warga.

Upaya Penanganan

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima bersama stakeholder terkait segera melakukan berbagai langkah penanganan, di antaranya:

  1. Koordinasi lintas instansi: BPBD berkolaborasi dengan TNI/Polri, aparatur desa, dan relawan kebencanaan.
  2. Assessment dampak: Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) melakukan pendataan di lokasi terdampak.
  3. Pelaporan dan desiminasi informasi: Laporan awal disusun untuk menentukan langkah tindak lanjut.

Kebutuhan Mendesak

Hingga saat ini, kebutuhan mendesak berupa bantuan logistik sangat diperlukan untuk korban terdampak. Pasokan makanan, air bersih, pakaian, dan obat-obatan menjadi prioritas utama.

Baca Juga :  Polres Loteng Jaga Ketat Gudang Logistik Pemilu 2024

Kondisi Terkini

Menurut laporan BPBD, kondisi banjir di wilayah terdampak telah surut. Meskipun demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan akibat cuaca ekstrem.

Pentingnya Edukasi dan Kesiapsiagaan

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya edukasi terkait mitigasi bencana bagi masyarakat. Kabupaten Bima sebagai wilayah rawan banjir perlu memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait untuk meminimalkan dampak bencana di masa mendatang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *