News

Gempa M 4,3 Guncang Sumbawa Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

×

Gempa M 4,3 Guncang Sumbawa Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini
Gempa M 4,3 Guncang Sumbawa Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Mataram, Jurnalekbis.com – Wilayah Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), diguncang gempa bumi tektonik pada Senin, 3 Maret 2025, pukul 08.02.06 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa ini berkekuatan magnitudo (M) 4,3.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, ST, MM, menjelaskan bahwa episenter gempa terletak di laut, sekitar 113 kilometer tenggara Sumbawa Barat, dengan koordinat 9,50° Lintang Selatan dan 117,55° Bujur Timur. Gempa terjadi pada kedalaman 18 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di dasar laut,” ujar Sumawan dalam keterangan resminya.

Guncangan gempa dirasakan di wilayah Sumbawa Barat dengan intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Baca Juga :  Bunda Lale Resmikan Komunitas Pengendara Wanita Elektrik (SADE)

“Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ungkap Sumawan.

BMKG juga telah melakukan pemodelan tsunami dan memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. “Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” tegasnya.

Hingga pukul 08.25 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbau Sumawan.

Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. “Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” tambahnya.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian, Pertamina Distribusikan Bantuan untuk Korban Banjir Mataram

NTB merupakan wilayah yang rawan gempa bumi karena terletak di jalur pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Kondisi ini menyebabkan tingginya aktivitas seismik di wilayah tersebut.

BMKG terus memantau aktivitas seismik di seluruh wilayah Indonesia, termasuk NTB, untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat. Informasi ini sangat penting untuk mitigasi bencana dan mengurangi risiko dampak gempa bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *