Mataram, Jurnalekbis.com — Hujan deras yang mengguyur Kota Mataram sejak Minggu petang, 6 Juli 2025, menyebabkan luapan air dari Kali Ancar di wilayah Cakranegara, yang kemudian menggenangi sejumlah kawasan padat penduduk. Salah satu titik terparah berada di BTN Riverside Park Residence, Kelurahan Selagalas, dengan ketinggian air mencapai 50 cm hingga 1 meter.
Tanggapan cepat pun datang dari berbagai pihak. Salah satu yang paling menonjol adalah Komando Resor Militer (Korem) 162/Wira Bhakti, yang langsung menerjunkan pasukan bantuan ke lokasi bencana. Sebanyak 250 personel gabungan dikerahkan malam itu, terdiri dari unsur TNI AD, TNI AU, Brimob, BPBD Kota Mataram, Basarnas, dan relawan.
Komitmen TNI dalam membantu masyarakat kembali dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Satu Satuan Setingkat Peleton (SST) dari Yonif 742/SWY dan personel Kodim 1606/Mataram dikerahkan ke lokasi banjir sejak sore hari.
Mereka bergabung bersama elemen dari TNI AU Lanud ZAM, Brimob Polda NTB, serta tim SAR gabungan, untuk membantu proses evakuasi warga terdampak, khususnya lansia, perempuan, dan anak-anak.
Hingga pukul 21.30 WITA, tercatat ratusan personel masih bersiaga dan melakukan operasi kemanusiaan dengan titik fokus di Evakuasi warga yang terjebak di rumah, Pengamanan barang berharga milik warga dan Membantu perpindahan ke lokasi pengungsian yang aman
Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos., menegaskan bahwa kehadiran TNI bukan hanya sebatas fungsi pertahanan negara, tetapi juga sebagai bagian dari elemen penting dalam penanggulangan bencana.
“Kami dari Korem 162/WB senantiasa siap hadir dan bergerak cepat membantu masyarakat. Dalam setiap bencana, keselamatan warga adalah prioritas utama,” ungkap Brigjen TNI Sjasul Arief.
Ia menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan dalam misi kemanusiaan seperti ini.
Selain itu, Danrem juga menekankan pentingnya edukasi dan mitigasi bencana sejak dini di tingkat masyarakat. Ia menyarankan agar warga lebih aktif mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah, terutama ketika terjadi potensi cuaca ekstrem seperti hujan intensitas tinggi yang berkepanjangan.
Personel gabungan TNI tidak hanya melakukan evakuasi, namun juga terlibat dalam pembukaan akses jalan yang tertutup air dan pembersihan saluran air untuk mempercepat surutnya banjir. Aksi ini penting agar lalu lintas kendaraan darurat dan distribusi logistik tetap lancar.
Posko bantuan sementara juga telah didirikan di sekitar area terdampak untuk menampung warga yang terpaksa meninggalkan rumah. Bantuan seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan mulai disalurkan oleh Dinas Sosial Kota Mataram bekerja sama dengan unsur TNI.
Warga yang telah dievakuasi diarahkan ke beberapa lokasi pengungsian aman, termasuk fasilitas umum seperti gedung sekolah dan tempat ibadah yang tidak terdampak banjir.
Hujan mulai turun deras sejak Minggu sore. Sekitar pukul 16.00 WITA, debit air Kali Ancar meningkat tajam akibat curah hujan tinggi yang melampaui ambang normal. Dalam waktu kurang dari dua jam, air meluap ke arah permukiman padat penduduk di Selagalas dan sekitarnya.
Kondisi geografis BTN Riverside Park yang relatif rendah membuat kawasan ini menjadi cekungan penampung air alami. Air setinggi 1 meter menggenangi halaman dan ruang utama rumah warga, membuat banyak keluarga terjebak di dalam rumah tanpa sempat menyelamatkan barang-barang mereka.
Salah satu kekuatan terbesar dari penanganan banjir kali ini adalah koordinasi lintas lembaga yang cepat dan tepat. Tanpa komando tunggal yang solid dan keterlibatan semua pihak, proses evakuasi bisa berisiko besar.
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, juga memantau langsung situasi lapangan dan mengapresiasi langkah TNI dan jajaran yang bergerak tanpa menunggu perintah tertulis.
“Situasi ini darurat. Kami bersyukur ada sinergi luar biasa antara Pemkot, TNI, dan elemen lainnya. Evakuasi berjalan lebih lancar, dan kami akan terus pantau kebutuhan warga terdampak,” ujar Mohan.














