TMMD

TMMD ke-126 di Lombok Barat Resmi Ditutup, Brigjen TNI Sjasul Arief: Sinergi TNI dan Rakyat Tak Pernah Pudar

×

TMMD ke-126 di Lombok Barat Resmi Ditutup, Brigjen TNI Sjasul Arief: Sinergi TNI dan Rakyat Tak Pernah Pudar

Sebarkan artikel ini
TMMD ke-126 di Lombok Barat Resmi Ditutup, Brigjen TNI Sjasul Arief: Sinergi TNI dan Rakyat Tak Pernah Pudar

Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 secara resmi ditutup di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Upacara penutupan yang dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan selama satu bulan penuh yang berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat desa.

Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Mochammad Sjasul Arief, dalam keterangannya menyampaikan bahwa TMMD merupakan program rutin yang terus dilaksanakan setiap tahun oleh TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menegaskan, kegiatan ini bukan hanya membangun sarana fisik, melainkan juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan rakyat.

“Program TMMD ini sangat-sangat membantu masyarakat di wilayah, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi kesulitan di lapangan. Yang tak kalah penting, dukungan dari pemerintah daerah akan terus kita dorong agar program seperti ini bisa berkelanjutan,” ujar Brigjen Sjasul Arief usai penutupan TMMD di Lombok Barat.

Brigjen Sjasul juga menyoroti adanya inovasi tambahan dalam TMMD ke-126 kali ini, seperti pembangunan sumur bor dan pompa hidran yang dilaporkan oleh tim pelaksana. Menurutnya, penyediaan akses air bersih menjadi salah satu program paling vital bagi masyarakat Lombok Barat yang beberapa wilayahnya masih menghadapi persoalan kekurangan air.

“Air itu sumber utama kehidupan. Maka dari itu, kita akan terus kembangkan dan tingkatkan program ini di wilayah-wilayah lain yang membutuhkan,” tambahnya.

Kegiatan TMMD ke-126 ini tak hanya melibatkan personel TNI, namun juga partisipasi aktif masyarakat setempat. Brigjen Sjasul menyebut, semangat gotong royong warga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelesaian proyek sebelum waktu yang ditargetkan.

“Pelaksanaan TMMD biasanya diberi waktu satu bulan, namun karena ada pekerjaan yang cukup berat, kami laksanakan Pra-TMMD satu bulan sebelumnya. Hasilnya, semua proyek bisa selesai tepat waktu dan langsung dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang secara sukarela membantu proses pembangunan. “Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Mereka ikut bergotong royong karena merasa memiliki kampung ini. Inilah bukti bahwa sinergi TNI dan rakyat tetap hidup di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Dalam penutupan TMMD tersebut, Brigjen Sjasul Arief didampingi oleh sejumlah pejabat penting, termasuk perwakilan Bupati Lombok Barat, Kapolda, perwakilan DPRD, serta unsur kejaksaan. Kehadiran para pejabat daerah tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun daerah pedesaan.

Program TMMD ke-126 di Lombok Barat sendiri mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, perbaikan fasilitas umum, hingga penyediaan sarana air bersih. Selain itu, TNI juga memberikan penyuluhan kepada warga terkait ketahanan pangan, kesehatan, serta peningkatan kesadaran bela negara.

Dengan berakhirnya program TMMD tahun ini, Brigjen Sjasul Arief menegaskan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat akan terus menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa serta mendukung pembangunan nasional, terutama di daerah terpencil.

“Selama TNI ada, kami akan selalu berada di tengah-tengah rakyat untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *