Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 di wilayah Kodim 1606/Mataram resmi ditutup. Penutupan kegiatan yang melibatkan ratusan personel TNI bersama masyarakat ini berlangsung sukses dan tepat waktu. Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, M.Tr (Han), menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program tersebut, sembari berharap agar hasil pembangunan bisa terus dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Kolonel Nyarman menegaskan bahwa penyelesaian kegiatan TMMD ke-126 merupakan hasil kerja sama yang solid antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Penutupan TMMD ini dapat berjalan dengan tepat waktu, alhamdulillah selesai dengan baik dalam waktu tiga puluh tiga hari. Ini semua bukan karena kami sendiri, tetapi berkat dukungan dari berbagai pihak dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu capaian utama dalam program TMMD kali ini adalah pembukaan akses jalan baru yang diharapkan dapat membuka konektivitas antarwilayah pedesaan. Namun, ia menilai proyek tersebut perlu dilanjutkan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama oleh masyarakat.
“Untuk TMMD kali ini, karena kegiatan utamanya membuka jalan, kami berharap agar pemerintah daerah dapat melanjutkannya dengan pengerasan. Jika dibiarkan berupa tanah, apalagi saat musim hujan, jalan itu akan sulit dilalui,” kata Kolonel Nyarman.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD ke-126 melibatkan sekitar 150 personel gabungan dari TNI, dibantu oleh sekitar 50 warga masyarakat setempat melalui program padat karya. “Keterlibatan masyarakat dalam program ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegasnya.
Program TMMD sendiri merupakan wujud nyata peran TNI dalam mempercepat pembangunan di daerah, terutama di wilayah pedesaan yang masih sulit dijangkau. Selain pembangunan infrastruktur jalan, kegiatan TMMD juga biasanya mencakup renovasi rumah ibadah, pembangunan fasilitas umum, hingga penyuluhan sosial dan kesehatan.
Dandim 1606/Mataram menambahkan bahwa keberhasilan TMMD kali ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat TNI dan warga sipil. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus dijaga dan ditingkatkan. “Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga masyarakat yang turut bekerja di lapangan. Tanpa mereka, kegiatan ini tidak akan berjalan sebaik ini,” tutupnya.
Penutupan TMMD ke-126 di wilayah Kodim 1606/Mataram menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lebih dari sebulan. Meski demikian, pesan Dandim agar pembangunan infrastruktur tidak berhenti di tengah jalan menjadi catatan penting bagi pemangku kebijakan daerah. Sebab, tanpa tindak lanjut berupa pengerasan dan perawatan jalan, hasil kerja keras personel TNI dan masyarakat bisa cepat rusak.
Program TMMD di berbagai daerah di Indonesia telah terbukti membawa dampak positif terhadap peningkatan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif warga, TMMD menjadi salah satu model pembangunan partisipatif yang efektif dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga pelosok negeri.












