Sumbawa, Jurnalekbis.com – Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Nusa Tenggara Barat. Kali ini, dua rumah warga di Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa terdampak longsor yang terjadi pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 17.10 WITA. Tidak ada korban jiwa, namun kerusakan material dilaporkan menimpa rumah milik Saharuddin dan Suratmin, dengan kondisi rusak ringan pada bagian belakang bangunan.
Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sumbawa sejak pukul 15.30 WITA. Debit air yang deras menyebabkan pergerakan tanah di kawasan Bukit Tinggi, RT 004 RW 004, hingga akhirnya longsor menimbun sebagian struktur rumah warga. Meski tidak sampai menyebabkan keruntuhan total, material tanah masih menumpuk di lokasi hingga malam hari.
BPBD Provinsi NTB bersama BPBD Kabupaten Sumbawa langsung bergerak cepat melakukan koordinasi penanganan. Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sumbawa diterjunkan untuk melakukan asesmen kondisi lapangan serta memetakan potensi longsor susulan. Hasil pemantauan awal menunjukkan kondisi hujan sudah mulai mereda, namun bencana susulan tetap harus diantisipasi karena kontur tanah di wilayah tersebut tergolong labil saat musim penghujan.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, serta aparatur kelurahan dan kecamatan ikut membantu proses penanganan. Mereka memastikan keamanan lokasi serta membantu membersihkan material tanah di sekitar rumah warga terdampak. Sementara itu, BPBD juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar tebing, lereng bukit, dan area rawan longsor.
Dari hasil asesmen awal, kebutuhan mendesak yang diperlukan warga terdampak adalah dukungan untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan ringan. Meski tidak ada laporan korban luka, sejumlah bagian rumah warga yang terdampak membutuhkan penanganan agar tetap layak dihuni. BPBD mengonfirmasi bahwa bantuan awal akan segera disalurkan sambil menunggu pendataan lanjutan.
Situasi di lokasi longsor saat ini terpantau relatif aman, namun material tanah yang masih menumpuk di bagian belakang rumah korban perlu dibersihkan secara bertahap. Petugas juga memasang garis pembatas untuk mencegah warga mendekati titik rawan. Mengingat cuaca yang tidak menentu, BPBD mengingatkan masyarakat untuk melaporkan segera bila melihat tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan baru, suara gemuruh dari balik tebing, atau pohon yang mulai miring.
Peristiwa longsor ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di NTB, khususnya saat memasuki peralihan musim. Pemerintah daerah meminta warga tetap waspada dan mengikuti rekomendasi resmi dari pihak berwenang. Upaya mitigasi, kesiapsiagaan lingkungan, serta koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana di kemudian hari.
Dengan kondisi cuaca yang mulai stabil, tim gabungan akan melanjutkan penanganan dan pembersihan pada Sabtu pagi. Pemerintah berharap proses rehabilitasi dapat berjalan cepat sehingga warga terdampak dapat kembali beraktivitas secara normal tanpa ancaman longsor susulan.












