News

Gempa 6,5 M Guncang Simeulue Aceh: Bangunan Roboh, 12 Orang Luka

×

Gempa 6,5 M Guncang Simeulue Aceh: Bangunan Roboh, 12 Orang Luka

Sebarkan artikel ini
Gempa 6,5 M Guncang Simeulue Aceh: Bangunan Roboh, 12 Orang Luka

Aceh, Jurnalekbis.com – Kabupaten Simeulue, Aceh, diguncang gempa bumi berkekuatan 6,5 Magnitudo pada Kamis (27/11) pukul 12.10 WIB. Guncangan kuat yang terjadi tiba-tiba ini menimbulkan kepanikan warga, menyebabkan bangunan roboh, fasilitas umum rusak, serta memicu kebakaran pada sebuah gudang penyimpanan minyak tanah milik warga. Hingga sore hari, otoritas melaporkan sedikitnya 12 orang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada sekitar 55 kilometer barat daya Sinabang, Aceh, pada koordinat 2,43° LU dan 95,87° BT dengan kedalaman dangkal 10 kilometer. Getaran kuat ini juga disusul sembilan kali gempa susulan, meski dengan magnitudo lebih kecil namun tetap dirasakan masyarakat di beberapa wilayah sekitar.

Laporan awal menyebutkan sebagian besar korban berasal dari sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh, termasuk Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Tenggara, dan Kabupaten Simeulue sendiri. Mereka mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan yang ambruk saat guncangan terjadi.

Salah satu kerusakan terparah terjadi pada bangunan rumah warga dan fasilitas publik yang retak bahkan roboh. Kebakaran juga sempat melanda sebuah gudang penyimpanan minyak tanah milik warga. Api yang cepat menjalar membuat petugas dan warga harus bekerja ekstra untuk mencegah perluasan, terlebih kondisi pascagempa yang masih tidak stabil.

BPBD Kabupaten Simeulue langsung bergerak ke lokasi-lokasi terdampak untuk meninjau kerusakan, mengevakuasi korban, dan melakukan pendataan cepat. Hingga berita ini diturunkan, jumlah total korban, pengungsi, serta kerugian materiil masih dalam proses verifikasi. Petugas juga melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan penanganan darurat berjalan maksimal.

Warga di beberapa titik dilaporkan masih memilih berada di luar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan yang lebih besar. Guncangan yang terasa kuat membuat sebagian masyarakat trauma, terlebih wilayah Aceh memiliki sejarah bencana gempa dan tsunami.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Masyarakat diminta menyiapkan rencana evakuasi keluarga, menjauhi bangunan yang retak atau berpotensi runtuh, serta memastikan benda-benda mudah jatuh di dalam rumah telah diamankan.

BNPB juga menegaskan pentingnya menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi, mengingat berita palsu sering muncul pada situasi darurat. Warga diimbau selalu memantau kanal resmi pemerintah seperti BMKG, BPBD, dan BNPB untuk mendapatkan informasi akurat terkait aktivitas kegempaan serta potensi tsunami.

Sementara itu, petugas gabungan masih terus bekerja di lapangan untuk melakukan asesmen kerusakan dan memastikan seluruh korban tertangani. Pemerintah daerah Aceh dan BPBD Simeulue juga tengah menyiapkan tempat pengungsian sementara jika dibutuhkan, termasuk penyediaan logistik dasar bagi warga terdampak.

Meski situasi mulai terkendali, otoritas meminta masyarakat tetap tenang dan waspada, serta mengikuti instruksi resmi petugas. Perkembangan terbaru terkait gempa dan penanganan darurat akan diumumkan secara berkala oleh pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *