Dompu, Jurnalekbis.com – Banjir melanda Kabupaten Dompu, NTB, pada Kamis (27/11/2025) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Air merendam permukiman warga, fasilitas pendidikan, hingga lahan pertanian. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir menyebabkan puluhan warga terdampak dan aktivitas warga sempat lumpuh.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WITA saat hujan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kecamatan Pajo dan Kecamatan Dompu. Hujan juga disertai petir serta angin kencang yang berlangsung hingga pukul 16.30 WITA. Kondisi itu membuat debit air meningkat cepat dan menggenangi sejumlah titik.
Di Kecamatan Pajo, dua desa terdampak cukup parah. Di Desa Ranggo, sedikitnya delapan kepala keluarga terkena dampak langsung. Ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter, cukup untuk membuat warga harus mengamankan barang-barang penting mereka. Sementara di Desa Temba Lae, fasilitas pendidikan SMPN 1 Pajo turut terendam banjir, membuat akses sekolah terganggu dan ruangan kelas dikhawatirkan mengalami kerusakan.
Sementara itu, di Kecamatan Dompu, Desa Mbawi juga tak luput dari dampak. Sedikitnya 30 hektare lahan pertanian di So Mbawi terendam. Para petani khawatir genangan berkepanjangan dapat merusak tanaman yang sedang memasuki masa pertumbuhan.
BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten Dompu langsung merespons laporan banjir tersebut. Koordinasi dilakukan bersama aparat desa, kecamatan, TNI/Polri, dan dinas terkait untuk melakukan assessment dan memastikan tidak ada warga yang terjebak atau memerlukan evakuasi darurat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Dompu juga dikerahkan untuk mendata kerusakan dan mengumpulkan informasi lapangan.
Selain itu, BPBD Dompu juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi teknis, termasuk Dinas Perumahan dan Pemukiman serta Dinas PUPR untuk mengantisipasi kerusakan infrastruktur dan rumah warga. Dinas Pertanian juga dilibatkan untuk memetakan kerugian dan memastikan dampak terhadap produktivitas pertanian tidak meluas.
Untuk penanganan kesehatan pascabencana, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit kulit, diare, atau gangguan kesehatan lain yang kerap muncul setelah banjir.
Hingga laporan terakhir, kondisi air di lokasi sudah mulai surut. Namun, tumpukan sampah sisa banjir masih mengotori area terdampak. BPBD menyebut kebutuhan mendesak saat ini adalah pembersihan material bawaan banjir agar wilayah kembali aman dan aktivitas warga dapat normal kembali.
BPBD juga mengeluarkan imbauan mengingat sebagian besar wilayah NTB sudah memasuki musim hujan. Potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam 10 hari ke depan. Masyarakat diminta menjaga kebersihan saluran air, memantau debit sungai, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan ekstrem dan angin kencang yang bisa muncul tiba-tiba.
Dengan kondisi cuaca yang dinamis di masa peralihan musim, BPBD mengingatkan agar warga tetap sigap dan segera melapor jika melihat tanda-tanda potensi bencana serupa. Waspada dini diharapkan dapat meminimalisasi kerusakan dan mencegah jatuhnya korban.












