Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. HM Nursiah, S.Sos., M.Si., mengimbau seluruh pengunjung dan pengelola destinasi wisata untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, serta keselamatan selama masa libur Tahun Baru 2026. Imbauan tersebut disampaikan saat ia melakukan peninjauan langsung ke sejumlah destinasi wisata unggulan di Lombok Tengah, Kamis (1/1/2026).
Peninjauan dilakukan di beberapa titik strategis, di antaranya Desa Wisata Sade serta kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, termasuk Pantai Tanjung Aan dan Pantai Kuta Mandalika. Dalam kunjungannya, Wabup memastikan kesiapan fasilitas umum sekaligus memantau lonjakan jumlah wisatawan yang mulai terlihat sejak awal tahun.
“Pengelola wisata harus memastikan kebersihan dan kenyamanan tetap terjaga. Wisatawan datang untuk menikmati suasana, jadi jangan sampai terganggu oleh fasilitas yang tidak terawat,” ujar HM Nursiah di sela-sela peninjauan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tingkat kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi mengalami peningkatan signifikan. Di Desa Wisata Sade, misalnya, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai sekitar 500 orang per hari, terutama pada jam-jam sibuk. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Mandalika yang menjadi salah satu magnet utama pariwisata di Nusa Tenggara Barat.
“Tempat wisata di Lombok Tengah mulai ramai, dan kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir pekan,” kata HM Nursiah.

Selain kebersihan lingkungan, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya kesiapan fasilitas penunjang, seperti toilet umum, area parkir, serta sarana pendukung lainnya. Ia meminta pengelola destinasi segera melakukan perbaikan apabila ditemukan fasilitas yang rusak atau tidak layak digunakan.
“Fasilitas penunjang seperti toilet dan sarana umum lainnya harus benar-benar diperhatikan. Ini menyangkut kenyamanan dan citra pariwisata kita,” tegasnya.
Tak hanya itu, aspek keselamatan juga menjadi perhatian serius. HM Nursiah mengingatkan agar pengelola dan pengunjung meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap aktivitas anak-anak yang bermain di area pantai maupun lokasi wisata terbuka.
“Anak-anak harus tetap dalam pengawasan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Liburan harus menjadi momen yang aman dan menyenangkan bagi semua,” ujarnya.
Ia berharap, meningkatnya kesadaran kolektif antara pengelola, masyarakat, dan wisatawan dapat menciptakan suasana wisata yang tertib, aman, dan nyaman. Dengan demikian, sektor pariwisata Lombok Tengah dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.
“Jika kebersihan, kenyamanan, dan keselamatan dijaga bersama, maka pariwisata Lombok Tengah akan semakin dipercaya dan diminati wisatawan,” pungkasnya.













