Jurnalekbis.com – Sejumlah pengusaha asal Indonesia kembali mencatatkan namanya dalam daftar orang terkaya di dunia. Berdasarkan rilis terbaru majalah Forbes, para konglomerat Tanah Air dari sektor perbankan, energi, hingga industri manufaktur masih mampu mempertahankan kekayaan mereka di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
Nama Hartono Bersaudara, yakni R. Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, masih menjadi orang Indonesia terkaya yang masuk jajaran elite miliarder dunia. Kekayaan mereka berasal dari kepemilikan Grup Djarum serta saham mayoritas di PT Bank Central Asia (BCA). Stabilnya kinerja sektor perbankan nasional membuat posisi keduanya relatif aman dalam daftar miliarder global.
Selain Hartono Bersaudara, Low Tuck Kwong, pendiri Bayan Resources, juga kembali masuk daftar orang terkaya dunia. Pengusaha yang bergerak di sektor batu bara ini mencatat lonjakan kekayaan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, seiring tingginya permintaan energi dan pergerakan harga komoditas global. Forbes menempatkan Low Tuck Kwong sebagai salah satu taipan Asia Tenggara dengan pertumbuhan kekayaan paling agresif.
Nama lain yang tak kalah menonjol adalah Prajogo Pangestu, pemilik Barito Pacific Group. Kekayaan Prajogo ditopang oleh bisnis petrokimia, energi, serta kehutanan. Dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi bisnis dan pencatatan anak usaha di bursa turut mendongkrak nilai asetnya, menjadikannya salah satu figur penting dalam peta konglomerasi Indonesia di tingkat global.

Dari sektor manufaktur, Sri Prakash Lohia, pendiri Indorama Corporation, juga tercatat dalam daftar miliarder dunia. Indorama dikenal sebagai pemain global di industri petrokimia dan tekstil dengan jaringan bisnis yang tersebar di berbagai negara. Konsistensi ekspansi internasional menjadi faktor utama bertahannya Lohia dalam daftar orang terkaya dunia.
Sementara itu, nama Chairul Tanjung juga masih masuk dalam jajaran orang terkaya dunia versi Forbes. Pendiri CT Corp ini memiliki portofolio bisnis yang beragam, mulai dari sektor keuangan, ritel, media, hingga pariwisata. Meski menghadapi tantangan di sektor konsumsi, diversifikasi usaha membuat kekayaannya tetap terjaga.
Masuknya para pengusaha Indonesia dalam daftar orang terkaya dunia menunjukkan kuatnya peran sektor sumber daya alam, keuangan, dan manufaktur dalam menopang kekayaan nasional. Namun, dominasi sektor tradisional ini juga menjadi catatan penting terkait tantangan hilirisasi, transisi energi, serta inovasi bisnis ke depan.
Forbes mencatat, jumlah miliarder dunia terus mengalami perubahan seiring fluktuasi pasar, nilai saham, dan kondisi geopolitik global. Meski demikian, para konglomerat Indonesia dinilai masih memiliki daya tahan bisnis yang kuat, terutama karena basis pasar domestik yang besar dan sumber daya alam yang melimpah.
Keberadaan orang Indonesia dalam daftar orang terkaya dunia tidak hanya mencerminkan kekuatan individu, tetapi juga menjadi indikator posisi Indonesia dalam peta ekonomi global. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana kekuatan modal dan bisnis tersebut mampu memberikan dampak lebih luas bagi penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.













