Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kembali menghadirkan warna baru dalam sektor pariwisata. Kali ini, sebuah atraksi unik bertajuk Dino Dokar resmi beroperasi dan langsung menarik perhatian wisatawan. Atraksi ini memadukan transportasi tradisional Lombok berupa dokar dengan replika dinosaurus, sehingga menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda, khususnya bagi keluarga dan anak-anak.
Direktur Manna Lika Studio, Melissa Yohana, mengungkapkan bahwa kehadiran Dino Dokar berangkat dari pengamatannya terhadap potensi kawasan Mandalika dan kebutuhan hiburan ramah anak. Ia menilai lokasi Bukit Pintas sebagai pilihan strategis karena berada di dataran tinggi dan memiliki pengaruh besar terhadap daya tarik kawasan sekitar.
“Pemilihan lokasi di Bukit Pintas merupakan pilihan terbaik untuk menjaga keberanian dan keahlian, sekaligus memberi pengalaman berbeda bagi pengunjung,” kata Melissa.
Menurutnya, kawasan Kuta Mandalika saat ini sudah memiliki infrastruktur jalan yang baik, namun masih terbatas dalam hal pilihan hiburan untuk anak-anak. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama lahirnya Dino Dokar.
“Saya sering ke Kuta. Jalannya sudah bagus, tapi hiburan untuk anak-anak masih kurang. Kebetulan saya juga punya anak kecil, jadi ketika liburan ke Kuta, memang terasa kurang pilihan hiburan untuk anak,” ujarnya.
Melissa menjelaskan, ide Dino Dokar muncul dari realitas transportasi tradisional di Lombok yang masih banyak menggunakan dokar dengan kuda. Dari situ, ia terinspirasi untuk memodernisasi konsep tersebut tanpa menghilangkan unsur lokalnya.

“Di Lombok masih banyak dokar yang menggunakan kuda. Dari situ saya punya inspirasi untuk membuatnya lebih modern, salah satunya dengan menambahkan replika dinosaurus,” jelasnya.
Atraksi Dino Dokar kini beroperasi setiap hari, mulai pukul 14.00 Wita hingga malam hari. Kehadirannya disebut sebagai yang pertama tidak hanya di Mandalika, tetapi juga di Lombok dan Nusa Tenggara Barat.
“Ini yang pertama di Mandalika, bahkan yang pertama di Lombok dan NTB,” tegas Melissa.
Ia mengakui bahwa konsep serupa sebenarnya sudah cukup banyak ditemukan di Pulau Jawa. Namun, sebagai pelaku usaha yang berasal dari Jawa, Melissa mengaku ingin berkontribusi langsung dalam pengembangan pariwisata NTB, khususnya Lombok.
“Saya juga dari Jawa dan di sana mungkin sudah banyak. Tapi saya ingin ikut mengembangkan NTB, khususnya Lombok, supaya pariwisatanya semakin maju,” katanya.
Sejak dibuka, Dino Dokar mendapat sambutan positif dari masyarakat dan wisatawan. Antusiasme pengunjung terlihat dari antrean panjang yang terjadi hampir setiap hari.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Bisa dilihat sendiri antreannya, setiap hari justru semakin banyak,” ujar Melissa.
Meski demikian, tingginya minat tersebut juga menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola. Melissa menyebut pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengelola antrean agar pengunjung tetap nyaman.
“Kami punya PR bagaimana mengatur antrean dengan baik. Kalau ada pengunjung yang belum kebagian, saya mohon maaf,” pungkasnya.
Dengan konsep kreatif yang menggabungkan kearifan lokal dan hiburan modern, Dino Dokar diharapkan dapat memperkaya destinasi wisata Mandalika sekaligus menjadi alternatif hiburan keluarga yang edukatif dan menyenangkan.













