Bima, Jurnalekbis.com – Hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang memicu bencana banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (8/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB mencatat ratusan kepala keluarga terdampak akibat luapan sungai yang dipicu derasnya aliran air dari pegunungan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir. H. Ahmadi, SP-1, mengatakan hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi sejak pukul 13.45 Wita dan berlangsung hingga sekitar pukul 16.45 Wita. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan debit air sungai di sejumlah kecamatan hingga meluap ke permukiman warga, lahan pertanian, serta akses jalan.
“Terjadi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang yang mengakibatkan banjir di beberapa wilayah Kabupaten Bima,” kata Ahmadi dalam laporan resmi BPBD, Kamis malam.
BPBD mencatat sedikitnya tiga kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Monta, Kecamatan Bolo, dan Kecamatan Soromandi. Di Kecamatan Monta, banjir terjadi di Desa Simpasai sekitar pukul 14.30 Wita. Derasnya aliran air dari gunung menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga, jalan raya, serta lahan pertanian. Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 30 hingga 70 sentimeter.
Akibat kejadian tersebut, akses jalan lintas Tente–Parado di Desa Simpasai tergenang air sepanjang sekitar 205 meter. Kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju, sementara halaman rumah warga di RT 13 ikut terendam.

Banjir dengan dampak paling signifikan terjadi di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, sekitar pukul 15.00 Wita. Luapan air sungai merendam dua dusun dan berdampak pada 204 kepala keluarga atau sekitar 816 jiwa. Sebanyak 177 unit rumah dilaporkan terdampak, masing-masing 80 unit di Dusun Jala dan 97 unit di Dusun Wa’itawoa. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 10 hingga 40 sentimeter.
“Banjir di Desa Nggembe hingga malam ini belum sepenuhnya surut karena dipengaruhi pasang air laut. Namun tidak ada pengungsian warga,” ujar Ahmadi.
Sementara itu, banjir juga melanda Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, sekitar pukul 15.10 Wita. Aliran air dari gunung tidak mampu ditampung sungai sehingga meluap ke badan jalan. Dampaknya, akses jalan provinsi lintas Sila–Donggo di perbatasan Desa Lewintana dan Desa Bajo tergenang air sepanjang 65 meter dengan ketinggian 10 hingga 40 sentimeter. Empat kepala keluarga atau 16 jiwa, termasuk empat unit lapak jualan milik warga, turut terdampak.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini. Namun, kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi bantuan tanggap darurat serta dukungan logistik dan peralatan.
BPBD Kabupaten Bima telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat TNI-Polri, dan pemerintah desa setempat untuk melakukan pemantauan, pendataan, serta penanganan darurat. Koordinasi juga dilakukan dengan BPBD Provinsi NTB dan dinas terkait guna penanganan lanjutan.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, termasuk risiko banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor, serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat.














